Tahanan Kasus Oksigen di Bandar Lampung Terima Banyak Dukungan untuk Dibebaskan

Editor: Redaksi author photo
Keluarga Awang dan Novan terduga pelaku penganiaya pegawai Puskesmas saat diwawancarai sejumlah awak media.


LAMPUNG - Awang dan Novan tahanan dugaan pemukulan Tenaga Kesehatan (Nakes) mendapat banyak dukungan agar dibebaskan maupun mendapatkan penangguhan tahanan.

Hal tersebut disampaikan, Bely adik Ibunda Awang (Ana Yuliana) saat dikonfirmasi dirumahnya. 

 "Kita ketahui peristiwa ini menjadi sorotan masyarakat, bahkan anggota DPR RI, DPRD Provinsi Lampung hingga LBH banyak yang mensupport agar Awang dengan yang lainnya dapat dibebaskan ataupun mendapatkan penangguhan tahanan," katanya.

Untuk itu, Bely sapaan akrabnya mengatakan bahwa dirinya mewakili kelurga besar almarhum Hj Budiono Bin Djhon Evendi sangat berterima kasih kepada tokoh masyarakat baik di Lampung maupun di luar Lampung.

“Saya ucapkan terimakasih banyak kepada tokoh masyarakat baik di Lampung ataupun di luar Lampung, atas dorongan atau dukungan yang selama ini telah memberi support kepada kelurga besar kami dalam peristiwa ini,” ungkapnya.

Selain itu, sambung dia, melihat kejadian ini dirinya berpendapat tidak ada salah dan benar, karena peristiwa terjadi spontan yang dilakukan oleh Awang dan lainnya.

“Saya tahu benar Awang bukanlah orang yang arogan, tapi saya yakin kejadian itu hanya spontanitas yang dilakukan Awang karena ayahnya butuh oksigen pada malam itu,” jelasnya.

Ia berharap, peristiwa yang dialami Awang dan lainnya mendapatkan penanguhan tahanan karena ini bukanlah kejadian yang direncanakan.

“Saya berharap kepada Awang dan lainnya bisa mendapatkan penangguhan tahanan, Karena kejadian itu disebabkan kelangkaan oksigen,” tandasnya.

Salah satu dukungan disampaikan Anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan, imewakili keluarga tersangka meminta penyidik menangguhkan penahanan tiga tersangka pengeroyokan perawat Puskesmas Kedaton Bandar Lampung.

Arteria Dahlan berharap penyidik memenuhi permintaan keluarga tersangka pengeroyokan perawat Puskesmas Kedaton Bandar Lampung. 

"Kami sudah ajukan penangguhan terkait ketiganya. Keluarga pelaku juga sudah meminta maaf kepada korban," katanya di Bandar Lampung, Selasa (10/8/2021).
Share:
Komentar

Berita Terkini