• Minggu, 14 Agustus 2022

Presiden ASPIBI Bagikan Tips Peran Teknologi Digital Smart Blockchain dalam Menggerakan Ekonomi Nasiona

- Sabtu, 23 April 2022 | 07:55 WIB
residen Asosiasi Developer Kripto dan Blockchain Indonesia (ASPIBI), Salmon jadi pembicara seminar-online nasional bertopik "Pahami Smart Blockchain Untuk Menggerakan Ekonomi Nasional Lewat Tehnologi Digital"
residen Asosiasi Developer Kripto dan Blockchain Indonesia (ASPIBI), Salmon jadi pembicara seminar-online nasional bertopik "Pahami Smart Blockchain Untuk Menggerakan Ekonomi Nasional Lewat Tehnologi Digital"


IDPOST.CO.ID - Presiden Asosiasi Developer Kripto dan Blockchain Indonesia (ASPIBI), Salmon jadi pembicara seminar-online nasional bertopik "Pahami Smart Blockchain Untuk Menggerakan Ekonomi Nasional Lewat Tehnologi Digital" yang diadakan pada Kamis (21/4/22).

Seminar online tersebut dalam rangka eluncuran Portal Indonesia Bisinisnews.com yang di ikuti para peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Selainnya Mr. Salmon, datang sebagai pembicara ialah Ahli hukum Digital Dr Urbanisasi, SH, MH, CIL, Founder Indonesia Crypto Komunitas David Aly, CEO/Founder President Crypto Community Ilham Firmansyah dan Dr (cand) Suhendra Atmadja MSi, Ahli Komunikasi Dosen, STIKOM Interstudy. Acara dimoderatori Dhiandra Mugni, Wartawan Metro TV.

Baca Juga: Jadi Majelis Pertemuan Sedunia ke 144 di Bali, Puan Maharani Ajak Tanam Pohon: Ini Sebagai Penginggat

Dalam peluang itu, Presiden Federasi Developer Kripto dan Blockchain Indonesia (ASPIBI), Salmon berpesan ke khalayak supaya tidak boleh pahami digital economic cuma untuk program trading dan investasi.

Digital ekonomi yang didukung Blockchain malah bisa menjadi instrument ekonomi masa datang. Masa datang gerakan keuangan di dunia tidak terlepas dari perkembangan tehnologi Blockchain.

Mr. Salmon menjelaskan jika Blockchain itu sebetulnya seperti buku besarnya. Dan kelebihan Blockchain dengan basis akuntansi yang lain, Blockchain itu pendataan secara terbuka, pendataan yang abadi tidak bisa diganti, pendataan yang divalidasi oleh semua computer di dunia.

Baca Juga: Prabowo Habib Luthfi, Membahas Pertahanan Negara

"Jadi tidak bisa dihack, aman, lalu skalabilitasnya itu benar-benar luas aplikasinya, belajar dari peranan dasar blockchain sebagai pendataan, oleh karena itu aplikasinya dapat semakin luas," tuturnya.

Berlainan dengan basis digital yang lain, yang kemungkinan dapat ada peralihan, dapat kehilangan data, blockchain tidak begitu. Bersamaan mengembangnya pindah tehnologi blockchain pada akhirnya dapat dipakai oleh platform-platform yang lain.

"Nach tehnologi yang memperantai di antara blockchain dengan platform-platform itu blockchain digital seperti apakah? DAPP atau daps, selanjutnya web3. Disini kesempatan usahanya, beberapa pebisnis atau engineer harus dapat menyaksikan ini kesempatan usahanya," ucapnya.

Baca Juga: Awas jika Hewan Ini Masuk Rumah, Rezeki akan Seret dan Ibadah Tertolak, Kata Gus Baha

Jadi Bitcoin dan digital economic bukan sekedar trading saja, investasi saja, hanya sekadar Bitcoin saja yang anda saksikan di exchangers.

"Exchangers sendiri sebagai salah satunya basis, yang disebut kesempatan usahanya ya itu kesempatan usahanya," ucapnya.

"Saya mengambil contoh kesempatan usaha yang lain disaksikan dari segi konservatif, itu misalnya kita dapat meningkatkan survey, di mana data itu dibikin per barisan, dicatat di blockchain," ucapnya.

Baca Juga: Resep Membuat Pisang Molen

Sebuah basis yang dapat memberi info lalu dicatat dalam Blockchain. Lantas selanjutnya diperlihatkan ke khalayak.

Semua transaksi bisnis seperti pemasaran, pembelian, jumlah stok dan rekanan di antara supplier produk dengan end users yang terdaftar di Blockchain dan dapat disaksikan oleh semuanya yang memiliki kepentingan.

"Andaikan sistem Blockchain diterapkan ke petani maka menggunting beberapa tengkulak," terang Mr.Salmon.

Baca Juga: 6 Rekomendasi Kafe Estetik yang Wajib Kalian Kunjungi di Blitar

Masalahnya ada Blockchain ini ibarat barang asing. Mengapa? Kurang info atas faedah dari Blockchain.

Info yang informative dan milineal yang belum capai target. "Kita seharusnya dapat ikuti skema pendekatan info ala-ala milenial. Saya alami akan capai target yang pas akan faedah Blockchain."

Editor: Nanang Habibi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Info Loker, Yamaha Musik Cari Operator Produksi

Selasa, 28 Juni 2022 | 14:40 WIB

Shopee Indonesia Buka Kesempatan Berkarir

Jumat, 24 Juni 2022 | 18:43 WIB

Gerakan Ekonomi Hari Raya

Senin, 25 April 2022 | 23:05 WIB

Sasar Generasi Muda, Bank BJB Genjot Digitalisasi

Minggu, 24 April 2022 | 09:38 WIB
X