• Minggu, 14 Agustus 2022

Harga Minya Goreng Mahal, Pemerhati Ekonomi Sarankan DPR Tegas Ambil Sikap

- Senin, 25 April 2022 | 07:48 WIB
Minyak Goreng Curah (Harian Terbit)
Minyak Goreng Curah (Harian Terbit)



IDPOST.CO.ID - Pemerhati Ekonomi dari Indef, Dzulfian Syafrian angkat bicara terkait polemik harga minyak goreng dalam negeri yang membuat warga risau.

Selain itu ia juga meminta DPR untuk jalankan peranan memantau pemerintahan berkaitan persolan trsebut.

Diketahui beberapa bulan akhir, harga minyak goreng naik dan naik terus. Pemerintahan sudah ambil beberapa peraturan, tetapi belum penuhi keadilan dalam masyarakat.

Baca Juga: Puan Maharani dan Tiga Alasan Hari Kartini 2022 Lebih Bermakna

"Anggota DPR kita tentukan untuk memantau, dan dalam tahun-tahun ini ini peraturan yang paling bikin rugi khalayak luas, seharusnya DPR entahlah partai apa saja harus mengatur benar," kata Dzulfian Syafrian.

Ia menyongsong baik inisiasi Ketua DPR-RI, Puan Maharani yang akan panggil Kementerian Perdagangan minggu kedepan.

Awalnya pemerintahan pernah memutuskan HET yang menyebabkan kelangkaan minyak goreng dalam masyarakat.

Baca Juga: Jelang Pilpres 2024 AHY Berkunjung ke Jember: Siapkan Diri dan Mesin Politik

Selanjutnya pemerintahan keluarkan BLT ke warga miskin. " Yang telah bagus kita mensubsidi orangnya, tidak boleh barangnya" sebutkan Zulfian.

Tetapi menurutnya, apa saja peraturan yang diambil pemerintahan tidak efisien bila keperluan dalam negeri tercukupi.

Rintangannya, harga minyak di luar demikian tinggi, hingga produsen lebih sukai jual keluar. " Karena itu yang perlu dilaksanakan penuhi keperluan dalam itu tapi bukan dengan dilarang exportnya, justru itu buat black pasar, smuggling, pasal gelap, kelak justru kita rugi 2x" terang Zulfian.

Baca Juga: Jelang Pilpres 2024 AHY Berkunjung ke Jember: Siapkan Diri dan Mesin Politik

Indonesia bersama Malaysia sebagai dua negara pemasok CPO sebagian besar di dunia.

Karena itu benar-benar disesali bila stock minyak di negeri sendiri terbatas. Karena itu orang dibalik kelangkaan ini perlu dikejar.

"Sepertinya mustahil peraturan vital itu cuma tingkat Dirjen, kelihatannya beliau jadi kambing hitam. Mastermind ada di belakang, dalangnya masih berkeliaran bebas." sebutkan Zulfan.

Pemerintahan Melarang Export CPO, Harga MiGor Akan Turun?

Baca Juga: Survei SRMC Sebut Pasangan Prabowo-Puan Maharani Paling Unggul dari Anis Baswedan Hingga Airlangga Hartarto

Pemerhati ekonomi dari Indef, Dzulfian Syafrian menjelaskan, walau keran export ditutup belum pasti harga minyak goreng dalam negeri akan turun.

Berdasar penilaian di minimarket sekitaran Jakarta, harga minyak goreng 2 liter dimulai dari Rp 48.000 s/d Rp 54.000.

Pemerintahan juga umumkan untuk larang export CPO. Menyikapi ini, Zulfian menjelaskan peraturan ini ‘tambal sulam'. Katanya, peraturan ini tidak sentuh masalah dasarnya yakni penuhi keperluan minyak goreng dalam negeri.

Baca Juga: Survei SRMC Sebut Pasangan Prabowo-Puan Maharani Paling Unggul dari Anis Baswedan Hingga Airlangga Hartarto

"Larangan export itu salah, justru dapat memunculkan black pasar barusan, penyeludupan karena disparitas harga barusan." kata Zulfian.

Harga CPO di luar negeri benar-benar sangat tinggi, karena itu produsen lebih suka mengekspor daripada jualan dalam negeri.

Indonesia dan Malaysia sebagai pengekspor sawit dengan keseluruhan 90% di pasar. Lucu bila harga minyak di Indonesia masih tinggi.

Baca Juga: 3 Kesalahan Ornagtua Saat Mendidik Anak yang Tidak Disadari

" Sepertinya mustahil peraturan vital itu cuma tingkat Dirjen, kelihatannya beliau jadi kambing hitam. Mastermind ada di belakang, dalangnya masih berkeliaran bebas." sebutkan Zulfan.

Dalam pada itu, ia menghargai peraturan BLT minyak goreng untuk warga miskin. " Yang telah bagus kita mensubsidi orangnya, tidak boleh barangnya" kata Zulfian. Dan ia menggerakkan keterkaitan DPR untuk memantau pemerintahan dalam masalah minyak goreng ini.

"DPR harus keras dalam masalah ini, karena pasti telah merepotkan warga," pungkas Zulfan. Awalnya, Ketua DPR Puan Maharani menjelaskan, akan panggil Kementerian Perdagangan berkaitan minyak goreng.

Editor: Nanang Habibi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Info Loker, Yamaha Musik Cari Operator Produksi

Selasa, 28 Juni 2022 | 14:40 WIB

Shopee Indonesia Buka Kesempatan Berkarir

Jumat, 24 Juni 2022 | 18:43 WIB

Gerakan Ekonomi Hari Raya

Senin, 25 April 2022 | 23:05 WIB

Sasar Generasi Muda, Bank BJB Genjot Digitalisasi

Minggu, 24 April 2022 | 09:38 WIB
X