• Minggu, 14 Agustus 2022

Roadmap Ekonomi dan Industri Indonesia menuju Superpower Dunia

- Senin, 25 April 2022 | 23:29 WIB
Roadmap Ekonomi dan Industri Indonesia menuju Superpower Dunia (pixabay)
Roadmap Ekonomi dan Industri Indonesia menuju Superpower Dunia (pixabay)




IDPOST.CO.ID - Seorang Haji suku Bugis di Makassar, Sulawesi selatan berujar, "Omset jualan saya dari hasil ekspor rumput laut terus meningkat dan sekarang sudah di angka 50 Milyar rupiah per Bulan!!"

Padahal si pak Haji ini mengekspor rumput laut dengan kondisi seadanya.

Rumput laut yang beliau eksporpun cenderung berbentuk curah, dimuat dalam kantong karung plastik bekas dengan kadar air yg masih cukup basah karena dijemur hanya sebentar.

Baca Juga: Bikin Kaget Ini Alasan Aming Ubang Penampilan Layaknya Perempuan

Rumput laut ini kemudian dimuat dalam Container 40 feet sebelum dibawa ke pelabuhan untuk didistribusikan ke mancanegara.

Dalam kondisi standar minimal begini saja rumput laut mentah laku keras dan bahkan pihak buyer di negara negara Asia khusus nya China mengatakan padanya, "Pak Haji kirim berapa Container pun bapak kirim kami akan terima dan langsung bayar," begitu ceritanya.

Di lain tempat di Gresik Jawa Timur seseorang yang asalnya adalah seorang pengumpul ikan sisa pelelangan kecil-kecilan telah tumbuh dalam 30 tahun ini menjadi eksportir Ikan beku dan produk hasil olahan ikan laut lainnya dengan nilai annual sale sebelum Pandemi Covid 19 sebesar 5 Trilyun Rupiah!

Baca Juga: Profil Lengkap Eko Pratama Ketua Umum Partai Mahasiswa Indonensia dan Struktur

Seorang professor pada Departemen Pertanian Universität Hohenheim-Stuttgart Jerman pernah memberi saran kepada para kandidat doktor asal Indonesia yang ingin menulis riset S3 di Universitas yang terkenal untuk bidang tehnik pertanian dan pangannya itu.

Sarannya adalah sebagai berikut :

Kandidat doktor pertanian asal Indonesia yang mengajukan proposal disertasi kepada professor pembimbing untuk memperoleh gelar doktor pada universitas kami selalu saja memilih tema riset sekitar Gandum, Keju, apel, anggur dan hal hal khas eropa lainnya.

Mereka pikir itu adalah pemilihan tema riset yang tepat mengingat para Professor Jerman pembibing mereka adalah ahli pada bidang-bidang tersebut.

Baca Juga: 5 Pemain Muda yang Diprediksi Akan Bersinar dalam Piala Dunia 2022

Tapi sebenarnya pemikiran seperti ini agak keliru. Berikut pemikiran para professor tersebut:

“Kami sebagai pembimbing program doktoran tentu juga ingin belajar dari mereka tentang jenis tanaman asal tanah air mereka sendiri.”

“Kami ingin para kandidat itu menulis tema riset seperti  tentang: Kangkung, salak, durian, rambutan, dan lain-lain.”

“Karena tema-tema ini lebih menarik minat kami sebagai pembimbing dan tentu saja memudahkan para Kandidat untuk diterima masuk program doktor di Universitas kami dan seluruh Universitas di Eropa.”

Baca Juga: Adinda Azani Bertunangan Nih, Siapa Sosok yang Bisa Meluluhkan Hatinya? Berikut Nama dan Pekerjaanya

Kisah-kisah nyata di atas sebetulnya merupakan petunjuk bagi siapa yang berpikir akan ke mana arah tujuan ekonomi dan Industri bangsa Indonesia.

Tanah air kita mempunyai tanah yang subur, di mana biji-bijian apapun yang kita buang saja ke tanah kita maka akan tumbuh menjadi pohon.

Tanah air kita mempunyai matahari yang bersinar sepanjang tahun sehingga tanaman akan cepat bertumbuh dan bahkan kita bisa mendapatkan dua kali dalam setahun musim panen suatu komoditi.

Baca Juga: Puan Maharani dan Tiga Alasan Hari Kartini 2022 Lebih Bermakna

Tanah air kita juga mempunyai musim penghujan yang membawa pupuk nitrogen gratis dari langit.

Sungai dan mata air pun terhampar di mana-mana, siap untuk mengantarkan asupan nutrisi bagi tanaman kita.

Ketika tanaman konsumsi kita tumbuh subur, maka praktis akan tumbuh berkembang pula aneka hewan yang diternakkan untuk mencukupi kebutuhan protein masyarakat.

Baca Juga: Cara Sederhana Ini Bisa Dapat Lailatul Qadar kata Gus Baha

Hasil dari segala daya upaya kita mengolah tanah yang subur akhirnya segera terhidang manis di atas meja makan kita masing-masing.

Jenisnyapun beragam sesuai dengan tatacara masyarakat kita mengolahnya seperti: Rendang, Nasi goreng, Gado gado, Gudeg, Rica rica, es teler, gulai, teh tarik, aneka jamu, aneka kue basah dan jenis panganan lainnya.

Di laut kita menyimpan harta karun yang tak seorangpun di dunia ini dapat membayangkannya.

Baca Juga: Harga Minya Goreng Mahal, Pemerhati Ekonomi Sarankan DPR Tegas Ambil Sikap

Ada berbagai jenis Ikan di laut kita, dari yang bisa dikonsumsi hingga ikan sebagai hiasan berikut segala mahluk laut non ikan.

Kemudian juga ada kekayaan mineral bawah laut seperti cadangan minyak dan gas lepas pantai.

Keindahan laut juga dapat dieksplorasi bagi kesejahteraan bangsa khususnya masyarakat pesisir yang bisa mendapatkan keuntungan ekonomis dari banyaknya pengunjung baik domestik maupun mancanegara yang ingin menikmati.

Baca Juga: Jelang Pilpres 2024 AHY Berkunjung ke Jember: Siapkan Diri dan Mesin Politik

Nusantara yang berpenduduk hampir 270 juta jiwa ini juga mendapat karunia Tuhan berupa bonus Demografi.

Terdiri atas suku suku bangsa yang beraneka ragam adat dan budayanya yang tentu akan mengundang keinginan setiap orang di dunia untuk mengunjungi dan juga melihat langsung keindahan alam surgawi Indonesia.

Dari jumlah penduduk urutan nomor empat di dunia, lahirlah orang-orang seperti: Kartini, Haji Agus Salim, Bung Karno, Pak Habibie, Nyoman Nuarta, Pesepakbola Ramang, dan Pelukis Raden Saleh.

Baca Juga: Ustaz Abdul Somad Pakai Baju Hitam dan Topi KPK, Benarkah Ditangkap?

Ada pula Penari Nini Rasinah, Rudi Hartono Kurniawan, Lim Swie King, Susi Susanti, hingga Anggun C Sasmi, Gitaris Alif ba ta, Joe Taslim, Iko Uwais, yang berprestasi dunia yang tidak bisa kita sebutkan satu persatu saking banyaknya.

Sekali lagi bahwa ini semua merupakan petunjuk bagi kita yang berpikir bahwa kekuatan bangsa dan negara kita berada di bidang bidang:

1. Pertanian dan Pangan.

2. Maritim dan segala hasil produk laut kita

3. Pariwisata

4. Industri Kreatif

Empat bidang inilah yang telah menjadi Comparative Advantage kekuatan bangsa kita yang tak mungkin bisa dikalahkan oleh bangsa lain dan selayaknya menjadi basis pengembangan ekonomi dan Industri Indonesia.

Halaman:

Editor: Nanang Habibi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Info Loker, Yamaha Musik Cari Operator Produksi

Selasa, 28 Juni 2022 | 14:40 WIB

Shopee Indonesia Buka Kesempatan Berkarir

Jumat, 24 Juni 2022 | 18:43 WIB

Gerakan Ekonomi Hari Raya

Senin, 25 April 2022 | 23:05 WIB

Sasar Generasi Muda, Bank BJB Genjot Digitalisasi

Minggu, 24 April 2022 | 09:38 WIB
X