• Kamis, 26 Mei 2022

Bikin Merinding, Ini Cerita Lengkap Film KKN di Desa Penari Versi Nur

- Kamis, 12 Mei 2022 | 16:06 WIB
Sosok SimpleMan banyak membuat orang penasaran dengan cerita KKN di Desa Penari. (Instagram/MD Entertainment)
Sosok SimpleMan banyak membuat orang penasaran dengan cerita KKN di Desa Penari. (Instagram/MD Entertainment)

IDPOST.CO.ID - Film KKN di Desa Penari akhir-akhir ini jadi perhatian warga semenjak tayang pada 30 April 2022 kemarin.

Banyak yang ingin tahu dengan film seram Indonesia yang diambil dari cerita nyata 13 tahun lalu.

Anda dapat memerhatikan narasi lengkap KKN di Desa Penari versi Nur.

Sama seperti yang sudah dijumpai, saat sebelum diangkat ke layar-lebar narasi KKN di Desa Penari terlebih dahulu trending di twitter.

Baca Juga: Cari Rumah di Tulungagung, Skandia House Bisa Jadi Pilihan

Narasi itu awalannya diupload oleh salah satunya pemakai twitter dengan akun @SimpleM81378523 pada 2019 lalu.

Menurut pengupload cerita itu sebagai cerita nyata yang terjadi di suatu Desa di Jawa pada 2009. Berikut narasi komplet KKN di Desa Penari versus Nur.

Cerita mistik itu dirasakan oleh enam mahasiswa yang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa terasing.

Baca Juga: Penting, Ini Perbedaan Hari Kesaktian Pancasila dan Hari Lahir Pancasila

Ke enam mahasiswa itu namanya Ayu, Nur, Widya, Bima, Anton dan Wahyu. Adapun cerita KKN di Desa Penari dipisah jadi dua versus narasi yaitu versus Nur dan Widya.

Lalu seperti apakah narasi lengkap KKN di Desa Penari versi Nur yang diambil idpost.co.id dari suara.com? Baca penjelasannya di bawah ini.

Cerita Lengkap KKN di Desa Penari Versi Nur

Berdasarkan kutipan dari akun Twitter SimpleMan berikut ini cerita lengkap KKN di Desa Penari versi Nur:

Nur merupakan gadis yang memiliki cita-cita menempuh pendidikan di universitas yang ia impikan sejak kecil. Bulan demi bulan telah ia lalui, hingga akhirnya sampailah dia pada semester akhir yang menuntutnya untuk menyelesaikan tugas pengabdian kepada masyarakat atau dikenal dengan KKN.

Baca Juga: Bisa Digunakan Jadi Status Whatsapp atau Instagram, Berikut 40 Ucapan Hari Lahir Pancasila 2022

Nur dan keenam temannya harus mencari tempat KKN sendiri lantaran mereka tidak berkesempatan untuk turut mengikuti KKN yang telah ditentukan dari kampus. Suatu malam, Ayu teman sefakultas Nur baru saja membicarakan rencananya. Ia telah memiliki tempat yang cocok untuk melakukan kegiatan KKN mereka dan Nur akan ikut dalam observasi pengenalan lokasi KKN.

Nur kemudian bersipa untuk keberangkatannya ke desa yang dimaksud Ayu. Disela-sela itu, Nur teringat bahwa ia harus segera memberi tahu rekannya yang lain. Karena KKN merupakan kegiatan yang harus diselesaikan secara bersama.

Wid, nang ndi?"

(Wid, dimana?)

"nang omah Nur, yo opo, wes oleh nggon KKN'e" (di rumah Nur, gimana, sudah dapat tempat KKN nya?) Tanya Widya.

Baca Juga: Profil dan Sederet Fakta Tentang Menjeng Kimhoa Sosok Tiktoker Info Masseh Asal Kediri

"engko bengi Wid aku budal karo Ayu, doaken yo" (nanti malam Wid, aku berangkat sama Ayu, doakan ya)

"nggih. semoga ndang di acc ya"

"Aamiin" balas Ayu, mematikan telpon.

Hari-demi hari pun berlalu dan tiba saatnya Nur berangkat ke Desa yang menjadi lokasi KKN. Nur pun melihat mobil kijang yang berhenti, keluarlah Ayu sahabatnya disusul dengan seseorang laki-laki dibelakangnya. Nur membatin mungkin itu mas Ilham, kakak laki-laki Ayu yang akan mengntarkan mereka ke lokasi KKN.

"Ayo budal," ajak Ayu dengan langsung menggandeng Nur untuk masuk ke mobilnya.

Kemudian mas Ilham membawakan barang Nur menuju mobil. Tak lama setelah itu mobil pun melaju.

Baca Juga: Hari Lahir Pancasila Diperingati Setiap Tanggal Berapa?

"Adoh gak yu?" (Jauh nggak yu?) Tanya Nur kepada Ayu.

"Paling 4 sampek 6 jam tergantung, ngebut ora ne" (Paling 4 sampai 6 jam tergantung ngebut tidaknya? Jawab Ayu.

"sing jelas, desa'ne apik, tak jamin, iseh alami. pokok'e cocok gawe proker sing adewe susun wingi" (yang jelas, desanya bagus, tak jamin, masih alami, pokoknya cocok buat proker yang kita susun kemarin)

Ayu terlihat begitu antusias menceritakan desa tersebut, sementara Nur, ia merasa tidak nyaman.

Baca Juga: Hepatitis Misterius Serang Anak-anak, IDAI: Transplanstasi hati yang emergensi

Sebenarnya banyak hal yang membuat Nur merasa bimbang, salah satunya tentang lokasi, waktu dan sebagainya. sSejujurnya, ini kali pertama Nur pergi ke arah etan (daerah Timur). Sebagai perempuan yang lahir di daerah kulon (daerah Barat) ia sudah banyak mendengar rumor tentang daerah etan, salah satunya tentang kemistisanya.

Keadaan mistis bukan hal yang baru bagi Nur, bahkan ia sudah kenyang dengan berbagai pengalaman akan hal tersebut. Saat menempuh pendidikanya sebagai seorang santriwati, ia sering mengabaikan perasaan tidak bisa yang mucul karena kebetulan semata. Namun anehnya malam ini, belum pernah Nur merasa setidak enaknya seperti saat itu

Benar saja, perasaan tidak aneh itu terus bertambah seiring dengan mobil yangv erus melaju. Salah satu pertanda buruk terjadi adalah ketika, sebelum memasuki kota J, dimana tujuanya kota B, Nur melihat kakek-kakek yang meminta uang di persimpangan ia seakan melihat Nur dengan tatapanya yang prihatin.

Baca Juga: Bisa Rangkul Semua Golongan, Ketum Pemuda Muhammmadiyah Apresiasi Puan Maharani

Tak hanya itu saja, si kakek, mengelengkan kepalanya seolah memberikan isyarat pada Nur yang ada didalam mobil, agar mengutungkan niatnya.

Namun, Nur, tidak bisa mengambil keputusan apapun, sebab ada temanya yang lain yang menunggu kabar baik dari observasi hari ini.

Hujan tiba-tiba saja turun, tanpa terasa, 4 jam lebih perjalanan tersebut telah ditempuh. Mobil berhenti di sebuah rest area yang sepi, sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan. Di tengah hutan yang gelap, Nur mendengar yang memanggil-manggil namanya.

"Hutan. desa ini ada di dalam hutan" kata mas Ilham.

Nur tidak berkomentar, ia hanya berdiri di samping mobil yang berhenti di tepi sebuah jalan hutan ini. Hutan tetsebut merupakan sebuah hutan yang sudah di kenal oleh masyarakat Jawa Timur.

Baca Juga: Bikin Merinding, Ini Cerita Lengkap KKN di Desa Penari Versi Nur

Tidak lama kemudian, terlihat nyala lampu dan suara motor. mas Ilham, melambaikan tanganya.

"iku wong deso'ne, melbu'ne deso kudu numpak motor, gak isok numpak mobil soale" (itu orang desanya, masuk desanya harus naik motor, mobil tidak bisa masuk soalnya)

Nur dan Ayu kemudian mengangguk, pertanda ia mengerti. Tanpa berpikir panjang, Nur sudah duduk di jok belakang seoeda dan mereka pun berangkat. Perjalanan kini mulai memasuki jalan setapak.

Dengan tanah yang tidak rata, membuat Nur harus memegang dengan kuat jaket bapak-bapak yang memboncengnya. Terlihat tanah masih lembab, di tambah dengan embun fajar juga sudah terlihat disana-sini memenuhi pepohonan rimbun.

Tiba-tiba Nur, melihat sesosok wanita yang sedang menari di atas batu. Seakan menyambut dirinya yang datag di desa tersebut. Penari itu kilatan matanya tajam, dengan paras elok nan cantik. Kemudan si Wanita, tersenyum seolah sedang menyambut tamu yang sudah ia tunggu.

Nur lalu melihatnya jalan lain, tetapi Nur terkejut mendapati si wanita sudah hilang tanpa jejak. Ia sadar bahwa dirinya sudah di sambut dengan sosok entah apa itu.

Setelah memasuki Desa, mas Ilham kemudian berpeluk kangen dengan seorang pria yang mungkin seumuran dengan ayahnya yang ada di rumah. Pria itu terlihat ramah, dan murah senyum. Dengan menyambut tanganya, Nur mendengar si pria memperkenalkan diri.

"kulo, Prabu" (saya Prabu)

Kemudian Ilham menyampaikan maksud kedatangannya untuk meminta izin diadakan kegiatan KKN di desa tersebut. Yang akan dilaksanakan adiknya, Ayu dan keenam rekannya termasuk Nur.

Halaman:

Editor: Nanang Habibi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bolak-balik Oplas, Lucinta Luna Akui Menyesal

Rabu, 25 Mei 2022 | 13:34 WIB

Tips Cantik dan Ideal Ala Rose BLACKPINK

Minggu, 22 Mei 2022 | 13:50 WIB

5 Daftar Film Terhoror dan Teraris di Tanah Air

Minggu, 15 Mei 2022 | 10:07 WIB
X