• Kamis, 1 Desember 2022

Dinilai Promosikan Pesan LGBT, MUI dan KPAI Serukan Tolak Film Lightyear Diputar di Indonesia

- Senin, 20 Juni 2022 | 12:53 WIB
Cuplikan bagian pertama dari film 'Lightyear' (Gorajuara/dok: Tangkapan Layar YouTube/Pixar)
Cuplikan bagian pertama dari film 'Lightyear' (Gorajuara/dok: Tangkapan Layar YouTube/Pixar)


IDPOST.CO.ID - Astronaut penjaga ruang angkasa "Buzz Lightyear" bekerja bersama dengan beberapa karakter, terhitung komandannya Alisha yang mendapati cinta pada sama-sama wanita.

Ciuman di antara Alisha dan pasangannya dalam film animasi-komputer bertopik fiksi-sains-petualangan produksi Pixaar dan dialokasikan Walt Disney Studios Motion Picture itu cuma beberapa menit. Tetapi, efeknya hebat.

Minimal 14 negara di Timur Tengah dan Asia menampik memberi ijin peredaran dan pemutaran film yang disebut prekuel "Toy Story" itu di negara mereka.

Baca Juga: Projo Ngotot Serukan Jokowi Tiga Periode, Masinton Pasaribu Ajak Mahasiswa Turun Kejalan Demo

Beberapa media memberikan laporan film dengan peringkat "PG" atau "parental guide" ini kemungkinan dilarang diputar di China, pasar film paling besar di dunia.

Film dengan peringkat "PG" memiliki arti berisi sisi yang tidak pas untuk anak-anak dan orangtua disuruh melihatnya lebih dulu saat sebelum mengizinkan anak-anak yang lebih kecil melihatnya.

Sekjen Majelis Ulama Indonesia MUI Amirsyah Tambunan, dalam keterangan jurnalis yang diterima VOA, menjelaskan film itu berlawanan dengan Pancasila, di mana dalam sila pertama "warga berketuhanan diwajibkan junjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, satu diantaranya berpasangan dengan musuh tipe dan menikah dengan cara sah sama sesuai agama dan apa yang diyakininya."

Baca Juga: Pro-Konta Si Pawang Hujan Mbak Rara

Secara terus-terang MUI menjelaskan "film Lightyear berlawanan dengan tuntunan agama sebagian besar warga Indonesia, yakni Islam, yang larang perkawinan sama-sama jenis."

KPAI : "Lightyear Promokan Pesan LGBT pada Anak-Anak"

Diwawancarai VOA, komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia KPAI Retno Listyarti mengatakan supaya film "Lightyear" tidak dibolehkan tersebar di Indonesia.

"Anak tidak paham mengenai tujuan seksual dan dapat ditegaskan jika umur anak-anak semacam itu umumnya mereka tidak mempunyai tujuan seksual, bahkan juga mereka mungkin saja belum memahami seutuhnya. Tetapi dengan siaran barusan yang punyai pesan mengenai LGBT (lesbian, gay, biseksual, transgender) seakan-akan mempromokan jika baik saja dibesarkan dengan ini (dibesarkan di dalam lingkungan LGBT.red). Itu yang mungkin dapat beresiko," katanya.

Lebih jauh Retno menerangkan bahaya yang diartikannya.

Baca Juga: Penuhi Kebutuhan Akan Informasi, IdPost.co.id Jalin Kerjasama dengan VOA

"Bila anak-anak yang belum mempunyai tujuan seksual terukur lalu diberi tontonan dengan elemen LGBT didalamnya, tidak tutup peluang jika anak itu akan dipengaruhi jika LGBT itu ialah hal yang wajar. Apa lagi siaran-tayangan film itu dilihat terus-terusan. Misalnya ini berseri, atau misalkan jadi berlanjut dengan figur yang serupa, cuma ceritanya berbeda-beda. Sudah pasti hal tersebut pasti punya pengaruh (ke anak-anak.red)," sambungnya.

LSF Belum Loloskan "Lightyear"

Diinterviu secara terpisah, Ketua Instansi Sensor Film (LSF) Indonesia, Rommy Fibri menjelaskan faksinya sudah membahas film itu dan minta Disney untuk mempertimbangan episode yang peka untuk khalayak Indonesia. LSF, katanya, belum keluarkan Surat Pertanda Lulus Sensor atau STLS.

"Karena saat itu tidak ada subtitle dan pemilik film (Disney.red) dalam masalah ini lewat importir ingin dilaksanakan preview atau inspeksi, karena itu LSF lakukan inspeksi. Selanjutnya dalam inspeksi itu LSF mendapati satu episode yang untuk warga Indonesia masih peka. LSF cuma memberi catatan, untuk overall film-nya oke, dapat lulus (sensor), bahkan juga juga bisa untuk 13 (tahun) dan lain-lain. Tetapi tolong untuk episode kecupan LGBT-nya diperhitungkan, karena untuk audience Indonesia episode itu tetap peka," katanya.

Baca Juga: Ridwal Kamil Relakan Kepergian Eril, Bamsoet: Tuliskan Pesan Menyentuh

Lebih jauh Rommy menerangkan pada proses normal sensor film, LSF akan membahas dan keluarkan hasil sensor sesudah terima paket komplet, yakni film komplet dengan subtitle atau text terjemahan. kan selekasnya jalankan penyensoran film dan keluarkan hasil sensor.

Halaman:

Editor: Nanang Habibi

Sumber: VOA Indonesia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BLACKPINK Rajai Youtube Music Chart

Minggu, 4 September 2022 | 16:34 WIB

Terpopuler

X