• Minggu, 29 Januari 2023

Dinilai Promosikan Pesan LGBT, MUI dan KPAI Serukan Tolak Film Lightyear Diputar di Indonesia

- Senin, 20 Juni 2022 | 12:53 WIB
Cuplikan bagian pertama dari film 'Lightyear' (Gorajuara/dok: Tangkapan Layar YouTube/Pixar)
Cuplikan bagian pertama dari film 'Lightyear' (Gorajuara/dok: Tangkapan Layar YouTube/Pixar)

"Ketentuannya, jika misalnya itu (film Lightyear.red) lulus sensor, karena itu LSF akan keluarkan Surat Pertanda Lulus Sensor atau STLS, yang dibarengi dengan info ini lulus untuk penggolongan umur berapakah. Semua usia, 13, 17 atau 21 (tahun)," terang Rommy. Tetapi, untuk film "Lightyear" ini, LSF belum keluarkan STLS.

Tolak Potong Episode Cium, "Lightyear" Dilarang di 14 Negara

Awalnya 14 negara di Timur tengah dan Asia menampik peredaran film "Lightyear." ABC News memberikan laporan Malaysia misalkan sudah minta supaya distributor film menggunting episode-adegan "yang memiliki kandungan beberapa unsur yang mempromokan pola hidup LGBT dan menyalahi faktor khusus Dasar Sensor Film." Tapi distributor film disampaikan tidak sepakat patuhi hal tersebut dan memilih untuk menggagalkan pemutaran film itu.

Baca Juga: Polri Sebut Khilafatul Muslimin Picu Keonaran dan Makar

Sikap Disney ini yang menjaga episode yang dipandang polemis di beberapa negara tersebut disanjung GLAAD, satu organisasi pemantau media non-pemerintah yang dibangun sebagai protes pada liputan yang dipandang mengejek barisan LGBT.

Ketua GLAAD Sarah Kate Ellis menjelaskan "Alisha ialah contoh representasi LGBTQ yang luar biasa dalam film ini - dia ialah istri yang penyayang, ibu, nenek dan Ruang Ranger yang pemberani. Dia harus dirayakan, bukan disensor. Tidak bisa diterima ada 14 negara yang larang film ini."

"Lightyear" bukan film pertama kali yang memacu pro-kontra dan pada akhirnya dilarang tersebar di sejumlah negara. Awalnya di tahun 2014 LSF pernah larang film "Noah" karena pelukisan Nabi Nuh yang menyalahi ketentuan agama Islam. Sementara film "True Lies" yang pernah tampil sepanjang dua minggu di tahun 2014, diambil dari peredaran sesudah protes dari beragam kelompok, terhitung MUI, yang memandang film yang diperankan Arnold Schwarzenegger itu mengejek agama Islam.

Baca Juga: Taiwan Diguncang Gempa 6,0 Magnitude

Pada 1982 film "The Year of Living Dangerously" yang dimainkan Mel Gibson pun tidak dibolehkan tersebar karena dipandang mengusung kejadian kerusuhan di Indonesia pada zaman Presiden Soeharto.

Halaman:

Editor: Nanang Habibi

Sumber: VOA Indonesia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BLACKPINK Rajai Youtube Music Chart

Minggu, 4 September 2022 | 16:34 WIB
X