• Kamis, 26 Mei 2022

3 Kesalahan Ornagtua Saat Mendidik Anak yang Tidak Disadari

- Minggu, 24 April 2022 | 08:12 WIB
ekeliruan orangtua dalam mendidik anak yang jarang-jarang diakui (pixabay)
ekeliruan orangtua dalam mendidik anak yang jarang-jarang diakui (pixabay)

IDPOST.CO.ID - Menjaga seorang anak bukan satu pekerjaan yang gampang. Karena, sebagai orangtua, kita bukan hanya bertanggungjawab untuk penuhi keperluan anak secara materi saja, tetapi orangtua berkewajiban untuk mendidik seorang anak sekalian membuat personalitas yang bagus pada anak itu.

Sayang, masih tetap ada demikian beberapa orang tua yang tidak pahami bagaimanakah cara mendidik anak yang bagus, hingga yang mereka harap tidak sesuai realita.

Bukanlah berperangai baik, anak justru mulai berlaku sebaliknya, yaitu akan tumbuh jadi individu yang melawan.

Baca Juga: Survei SRMC Sebut Pasangan Prabowo-Puan Maharani Paling Unggul dari Anis Baswedan Hingga Airlangga Hartarto

Berikut 3 kekeliruan orangtua dalam mendidik anak yang jarang-jarang diakui.

1. Sering mengomentari dan memperbandingkan anak

Memberikan kritik pada kekeliruan yang dibuat anak ialah opsi yang pas supaya anak mengetahui kekeliruan sekalian bisa membenahi kekeliruannya di masa datang. Namun, memberikan kritikan terlalu berlebih tidak baik.

Ini adalah kekeliruan yang kerap tidak diakui oleh orangtua. Kritik yang terlalu berlebih bisa membuat anak berasa jemu. Mereka seperti telah bebal pada kritik itu yang mengakibatkan mereka tidak kembali menghiraukannya. Parahnya, anak akan makin susah untuk ditata.

Baca Juga: UU TPKS Disahkan, Puan Maharani: Produk DPR Harus memiliki dasar sosiologid dan bermanfaat untuk masyarakat

Seringkali, saat memberi kritik, orangtua kerap memperbandingkan anak mereka dengan anak yang lain, seperti anak tetangga, anak famili, atau saudara lainnya. Walau sebetulnya arah mereka baik, yaitu untuk memberi motivasi pada anak.

Namun, tanpa mereka ketahui, ini justru bisa membuat anak jadi kurang percaya diri hingga rasa keyakinan dianya dikit demi sedikit tergerus. Disamping itu, beri pujian seseorang di hadapannya, bisa membuat anak berasa cemburu.

Oleh karena itu, orangtua harus memahami bagaimanakah cara mengomentari yang bagus supaya tidak menyentuh sakiti hati anak.

Baca Juga: Harlah PMII ke 62, Rayon Soeprijadi Gelar Tausiyah Pergerakan dan Buka Bersama

Pakailah bahasa yang lebih lembut saat mengomentari dan jangan sampai memperbandingkan performa anak sama orang lain. Kadang-kadang, orangtua harus ketahui triknya beri pujian anak supaya mereka berasa jika upayanya sejauh ini dipandang.

2. Orangtua yang terlampau berekspektasi tinggi ke anak

Kerap kali, orangtua berekspektasi yang tinggi pada si anak. Sebetulnya, ini tidak salah, karena dengan demikian anak akan makin terpicu semangatnya untuk latihan lebih bagus. Sayang, saat mereka tidak dapat capai harapan itu, seringkali orangtua justru mempersalahkannya dan membuat semangatnya makin menghilang.

Sebagai orangtua, kita harus memahami jika tidak seluruhnya anak mempunyai kemampuan yang super. Orangtua bisa berekspektasi pada anaknya, tetapi yang selayaknya alias tidak terlalu berlebih. Tidak boleh juga terlampau tekan anak menjadi apa yang kita ingin, karena ini malah bisa membuat anak ketekan.

Baca Juga: Masih Jomblo? Berikut 4 Cara Allah Mendatangkan Jodoh Kepada Kamu

3. Tidak memberi contoh yang bagus ke anak

Sebagai orangtua, anak memandang kita sebagai anutan dalam melakukan tindakan. Mereka dengan gampangnya mengikuti sikap yang diberi oleh orangtua. Bila orangtua inginkan anaknya bisa berlaku baik, karena itu semestinya orangtua bisa memberi contoh yang bagus untuk mereka.

Tanpa diakui, orangtua kerap memberikan contoh sikap yang jelek saat mendidik anak. Salah satunya misalnya adalah mereka sukai berteriak saat membentak si anak. Mengakibatkan, anak akan mengikuti hal itu yang mengakibatkan mereka tumbuh dengan tempramental yang keras.

Baca Juga: Pakar Komunikasi Politik Emrus Sihombing Sebut Puan Maharani Punya Modal Kuat Jadi Pemimpin

Tersebut 3 kekeliruan orangtua dalam mendidik anak yang jarang-jarang dijumpai. Menjadi orangtua yang prima memang tidak mungkin. Namun, kita bisa usaha menjadi anutan yang bagus untuk anak. Mudah-mudahan artikel ini berguna.

Editor: Nanang Habibi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Langkah Memutihkan Gigi Secara Alami

Jumat, 20 Mei 2022 | 13:44 WIB

Ini Penyebab Jerawat di Jidat atau Dahi

Selasa, 17 Mei 2022 | 19:31 WIB

Lebih Higenis Mana Sabun Batang vs Sabun Cair

Minggu, 15 Mei 2022 | 13:32 WIB

Tes Kepribadian, Kamu Sosok Positif atau Tidak?

Jumat, 13 Mei 2022 | 07:39 WIB
X