• Senin, 17 Januari 2022

Kemensos Minta Polri Tindak Tegas Pelaku Kekerasan Seksual di Malang

- Rabu, 24 November 2021 | 15:08 WIB
Dok: Kemensos RI
Dok: Kemensos RI

IDPOST.CO.ID- Kementrian Sosial (Krmensos) Tri Rismaharini meminta Mabes Polri agar bertindak tegas terhadap pelaku kekerasan seksual anak di Malang dan memberikan perlindungan terhadap hak-hak korban.

Permintaan tersebut tertuang dalam surat resmi yang dilayangkan oleh kemensos RI ke Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri.

Idpost mengutip dari akun Kemensos RI menjelaskan permintaan itu sebagai bentuk atensi serius terkait dugaan tindak kekerasan seksual dan persekusi terhadap seorang anak berinisial HN di sebuah panti asuhan di Malang, Jawa Timur.

Baca Juga: Aturan Terbaru PPKM Level 3 Berlaku 24 Desember 2021- 2 Januari 2022, Ini Info Lengkapnya

Sejalan dengan hal tersebut, Plt. Kabiro Hukum Kemensos, Evy Flamboyan Minanda mendatangi Bareskrim Mabes Polri untuk memastikan aspek keadilan hukum berjalan seiring dengan pemenuhan hak anak.
 
“Hari ini kami mendatangi Bareskrim Polri untuk mendorong dan memastikan penanganan kasus tersebut lebih diperhatikan namun anak tetap mendapatkan hak untuk pendampingan,” katanya, Selasa (23 November 2021).

Masih Kata Evy melanjutkan, dalam penanganan kasus anak yang berhadapan dengan hukum (ABH) sebagaimana kasus terkait HN, perlu ditempuh dengan prosedur tersendiri.

Baca Juga: Viral Soal Toilet Gratis dari Menteri BUMN, Komjen Pol (Purn) Susno Duaji Sindir Dirut Pertamina

"Kasus pidana yang melibatkan anak, tidak hanya fokus pada penanganan kasusnya, namun juga pemenuhan haknya, seperti dampaknya, traumanya, dan sosialnya baik pada pelaku maupun kepada korban," Ujarnya

Penggalian informasi dari anak sebagai korban tidak mudah, karena ia mengalami trauma. Korban perlu bantuan dari SDM ahli untuk mengurangi ketakutannya sehingga bisa mengikuti proses pemeriksaan.

Disinilah diperlukan pendampingan dan keterlibatan SDM yang terlatih dan berpengalaman, seperti Satuan Bakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos). Dengan keterlibatannya diharapkan hak-hak anak bisa terpenuhi, mulai dari penanganan kasus hingga saat proses penyidikan.

Baca Juga: TNI Disebut Bakal Ganti Seragam, Tampilannya Mirip Baju Tentara Amerika

“ABH akan mendapatkan pendampingan dari pekerja sosial (peksos) untuk memastikan perlindungan dan hak-hak anak terpenuhi sesuai dengan UU No 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan tindak pidana anak,” Jelasnya.

Selain itu Kata Evy, Kementerian Sosial (Kemensos) telah menerjunkan tim untuk melakukan asesmen khusus guna mendapatkan informasi mendalam dari penanggung jawab panti asuhan putri di Malang tersebut.

“Hari ini anak kembali diperiksa dan kami menyiapkan pendamping Sakti Peksos. Karena kebayang si anak stres dan trauma diperiksa kendati polisi tidak berseragam. Tentu berbeda dengan pendekatan seorang psikolog,” katanya.

Baca Juga: Bikin Resah Warga, Komplotan Polisi Gadungan Berhasil Ditangkap

Untuk keperluan itu, melalui Balai Antasena Magelang, Kemensos melakukan asesmen untuk menghilangkan trauma psikis anak.***

Halaman:
1
2

Editor: Junaidi

Sumber: kemensos.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Surat Nasehat Pulus Untuk Para Jemaat

Senin, 10 Januari 2022 | 16:23 WIB
X