• Kamis, 2 Desember 2021

Mantan Menteri Agama Lukman Hakim Berikan Tips Mengahadapi Orang yang Bersikap Ekstrim, Begini Caranya

- Jumat, 26 November 2021 | 07:13 WIB
Lukman Hakim Saifudin Manteri Agama Republik Indonesia 2014-2019 saat menyamppaikan materi pada pelatihan  Mentoring/Motivator Muda Moderasi Beragama Tahun 2021 yang diselenggarakan Direktorat Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia pada 24-27 November 2021 di Bogor. (@lukmanhsaifuddin/Instagram)
Lukman Hakim Saifudin Manteri Agama Republik Indonesia 2014-2019 saat menyamppaikan materi pada pelatihan Mentoring/Motivator Muda Moderasi Beragama Tahun 2021 yang diselenggarakan Direktorat Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia pada 24-27 November 2021 di Bogor. (@lukmanhsaifuddin/Instagram)

IDPOST.CO.ID Lukman Hakim Saifuddin (LHS) memberikan tips untuk menghadapi orang yang bersikap ekstrim dan juga menjelaskan bahwa Islam mengajarkan kemaslahatan.

“Indonesia ini rumah besar umat beragama. Untuk menata dan menjaganya, maka dibutuhkan kesadaran kemaslahatan publik,"tutur Lukman Hakim.

Lanjut Lukman,"Ajaran Islam yang penuh kasih sayang berarti mengajarkan pengamalan agama yang damai dan menjaga harmoni umat beragama," tandas Lukman Hakim Saifudin mantan Menteri Agama RI.

Baca Juga: Dirjen Pendidikan Islam : Indonesia Butuh Duta Harmoni untuk Merawat Kehidupan yang Damai

Lukman Hakim Saifuddin (LHS), Menteri Agama periode 2014-2019, menyampaikan materi dalam acara Pelatihan Mentoring/Motivator Muda Moderasi Beragama Tahun 2021 yang diselenggarakan Direktorat Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia pada 24-27 November 2021 di Bogor.

Moderasi Beragama merupakan upaya untuk menyikapi paham dan cara keberagamaan yang ekstrem. Dalam konteks masyarakat muslim yang mayoritas, muncul pertanyaan apakah moderasi beragama diperlukan? Terhadap hal ini, LHS merespons bahwa jika cara pandangnya sudah terbuka dan tidak saling menutup diri, maka tidak dibutuhkan moderasi beragama.

“Yang perlu kita cermati adalah adanya masyarakat muslim yang bersikap eksklusif atau bertindak kekerasan karena beda paham keagamaan. Jika sudah berlebihan seperti ini, maka moderasi beragama sangat penting dan dibutuhkan,” ungkap LHS.

Baca Juga: Kemenag Buka Pelatihan Mentoring Moderasi Beragama dengan Malam Budaya Duta Harmoni

Lukman berpesan, menyikapi orang yang bersikap ekstrem, maka kita tidak bisa menanggapinya dengan keras dan bersikap ekstrem juga.

Halaman:

Editor: Ahmad Khoirudin

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Varian Omicron Ancam Indonesia Jelang Nataru

Rabu, 1 Desember 2021 | 01:00 WIB
X