• Senin, 17 Januari 2022

Varian Omicron Ancam Indonesia Jelang Nataru

- Rabu, 1 Desember 2021 | 01:00 WIB
ilustrasi Virus covid -19 varian omicron (pixabay)
ilustrasi Virus covid -19 varian omicron (pixabay)

IDPOST.CO.ID- Menjelang liburan hari Natal dan Tahun baru (Nataru) tahun 2002, warga Negara Indonesia dihebohkan dengan kabar virus varian Omicron asal dari negara Afrika. Varian Omicron tersebut penyebarannya tidak jauh berbeda dengan varian delta yang datang dari negara india, 2 varian itu hanya berbeda pada bentuk gejalanya saja.

Dari keterangan dokter Afrika selatan gejala varian Omicron ini lebih dominan pada rasa capek selama 1 atau 2 hari, badan sakit-sakit dan sakit kepala. Menurut dokter tersebut pasien yang datang tidak mengalami batuk atau kehilangan rasa atau bau, sebagian besar pasien tidak menjalani rawat inap di rumah sakit.

Baca Juga: Akhirnya, Raffi Ahmad dan Nagita Slavina Tunjukan Paras dan Nama Lengkap Anak Keduanya

Dengan adanya varian Omicron (B.1.1.5.2.9) ini, pemerintah Indonesia perlu mewaspadai agar varian Omicron ini dapat dicegah dengan baik sehingga tidak mengalami seperti varian delta yang dengan cepat menyebar ke Indonesia.

Mengutip dari covid19.go.id menjelaskan dalam upaya pencegahan penyebaran varian Omicron ke Indonesia pemerintah membuat kebijakan baru melarang warga negara asing (WNA) dari 11 negara masuk ke Indonesia. Sejumlah negara yang dilarang yakni, Afrika Selatan, Botswana, Namibia, Zimbabwe, Lesotho, Mozambique, Eswatini, Malawi, Angola, Zambia, dan Hong Kong.

Baca Juga: Anggota Polisi Tertangkap Kamera Main Gelembung Sabun, Warganet : Harga Beli Murah Kenangannya Mahal

Selain melarang WNA dari 11 negara tersebut, pemerintah juga mengatur warga negara Indonesia (WNI) yang datang dari sejumlah negara itu, mereka dapat masuk Indonesia dengan menjalankan karantina selama 14 hari. sedangkan WNI dan WNA dengan asal keberangkatan dari negara lainnya wajib menjalankan karantina selama 7 hari.

Di sisi lain, hasil survei Google Mobility Jawa-Bali dan indeks belanja masyarakat menunjukkan adanya mobilitas masyarakat yang meningkat cukup signifikan dibandingkan data pada periode natal dan tahun baru (Nataru) tahun 2020.

Baca Juga: Ramalan Zodiak 1 Desember 2021 Lengkap

Selain itu, berdasarkan hasil asesmen PPKM per 27 November 2021, penerapan di Jawa dan Bali cukup terkendali. Diketahui ada penambahan 23 kabupaten/kota ke level 2 dan 8 kabupaten/kota ke Level 1.***

Halaman:

Editor: Junaidi

Sumber: Covid19.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Surat Nasehat Pulus Untuk Para Jemaat

Senin, 10 Januari 2022 | 16:23 WIB
X