Surat Nasehat Pulus Untuk Para Jemaat

- Senin, 10 Januari 2022 | 16:23 WIB
Rasul Paulus menuliskan surat untuk jemaahnya di Filipna. (pixabay)
Rasul Paulus menuliskan surat untuk jemaahnya di Filipna. (pixabay)

IDPOST.CO.ID - Dari balik penjara, Rasul Paulus menuliskan surat untuk jemaatnya di Filipna.

Dalam surat yang dituliskan Rasul Paulus ia menuliskan sederet saran dan nasehat untuk para jemaah.

Saran dan nasehat yang dituliskan Rasul Paulus bedasarkan ide ang didapatnya dari Tuhan Yesus yang telah bangun.

Baca Juga: Cara Cek Penerima Bansos Tunai dan Bansos Sembako Januari 2020

Surat tersebut bertuliskan:

Antara kita kemungkinan ada yang berasa jika hidupnya sudah tidak berhasil. Ada yang berasa selalu alami masalah untuk masalah. Ada yang berasa tak pernah raih keberhasilan baik pada tugas atau servis.

Saya ingin mengingati jika Tuhan tak pernah memberikan janji bahwa orang Kristen akan bebas dari permasalahan, tapi Tuhan janji untuk selalu mengikuti kita untuk mendapatkan kemenangan.

Sisi kita ialah masih tetap berkreasi dan mengucapkan syukur! Tulisan ini ajak kita untuk belajar dan meningkatkan ciri-ciri seorang juara dari Kitab Filipi.

Baca Juga: Menakjubkan, Air Kelapa Ternyata Memiliki Khasiat Luar Biasa Bagi Kesehatan

Deskripsi yang digunakan oleh Paulus dalam nats ini ialah laga atlet dalam gelanggang olimpiade.

Dia memakai deskripsi atlet olimpiade karena olahraga ini waktu itu telah memasyarakat. Dalam pengertian lain, Paulus ingin mengatakan jika hidup ialah laga. Tiap kita ialah atlet Allah yang punyai peluang untuk memenangi laga.

Ada 3 ciri-ciri yang kita dapatkan dari Rasul Paulus lewat Kitab Filipi 3:12-14, untuk mempunyai ciri-ciri seorang juara.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Hari Ini Senin 10 Januari 2022, Aquarius: Aktivitas ekonomi akan meningkat

Pertama, tidak cepat senang. Pengakuan Paulus, "bukan seakan-akan saya sudah mendapatkannya ini atau sudah prima" (12) dan…"tidak mengangap jika saya sudah tangkapnya".

Pengakuan ini memperlihatkan jika Paulus bukan rasul yang berbangga dengan prestasi rohani yang telah dicapainya, tapi ia usaha untuk terus-terusan membuat prestasi.

Seorang juara sejati tidak berbangga dengan prestasi yang telah dicapainya. Ia terus akan latihan untuk membuat rekor yang baru. Keywordnya ialah pengembangan terus-terusan.

Halaman:

Editor: Nanang Habibi

Sumber: Kemenag

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Puan Pastikan DPR Sahkan Revisi UU PPP Hari Ini

Selasa, 24 Mei 2022 | 10:44 WIB

Asik, Indonesia Dapat Kuota Haji Terbanyak

Sabtu, 21 Mei 2022 | 13:59 WIB
X