• Minggu, 29 Januari 2023

Ritual Kendi Nusantara, Ketua MUI Sumbar: Saya Tidak Setuju dengan Ritual Tersebut

- Selasa, 15 Maret 2022 | 16:11 WIB
Ketua MUI Sumbar, Buya Gusrizal, mengatakan jika tidak setuju dengan Ritual Kendi Nusantara, karena berlawanan dengan tauhid (IG/boekittinggi)
Ketua MUI Sumbar, Buya Gusrizal, mengatakan jika tidak setuju dengan Ritual Kendi Nusantara, karena berlawanan dengan tauhid (IG/boekittinggi)

IDPOST.CO.ID - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan 34 Gubernur se-Indonesia menyelenggarakan Ritual Kendi Nusantara di Titik Nol Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara pada Senin, 14 Maret 2022.

Ritual Kendi Nusantara tersebut, merupakan kegiatan simbolis yang menunjukan persatuan Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

34 Gubernur diminta untuk membawa 1 kilogram tanah dan 2 liter air dari daerah asal. Kemudian pada saat ritual dimulai, air dan tanah itu disatukan dalam kendi besar.

Baca Juga: Ritual Kendi Nusantara di Titik Nol IKN, Praktisi Ritual: Arahan dari Dukun Solo

Sayangnya, ritual ini mendapat pro-kontra di kalangan masyarakat. Ketua MUI Sumatera Barat, Buya Gusrizal, juga ikut mengkritisi kegiatan yang diselenggarakan ini.

Dikutip dari Suara.com - jaringan idpost.co.id, diinformasikan jika Buya Gusrizal sebenarnya tidak setuju dengan Ritual Kendi Nusantara ini.

"Saya tidak setuju dengan ritual tersebut. Dalam ritual seperti itu terkandung keyakinan yang tak bersesuaian dengan aqidah tauhid," kata Buya Gusrizal.

Baca Juga: Ritual Kendi Nusantara Tuai Kritik Warganet, Banyak yang Menyebut Sebagai Ritual Syirik

Menurut Buya Gusrizal, argumen hanya simbolis pun tidak dapat diterima karena tidak ada argumen rasionalnya. Menurut dia, ritus semacam itu tidak mempunyai dasar kepercayaan dari Islam.

“Sikap pemimpin seperti itu, bisa ditiru oleh masyarakat awam. Tidak bisa ritual seperti itu dilokalisir dalam ranah budaya semata," Katanya

"Dalam Islam, seluruh tindakan dan perbuatan akan diminta pertanggungjawabannya kelak. Alasan dan niat yang menjadi landasan perbuatan, sangat menentukan kedudukan ritual itu dalam tinjauan syariat Islam,” lanjutnya.

Baca Juga: Ayat Quran Tertulis dalam Kertas dan Dijadikan Bungkus Makanan, Begini Pendapat Gus Baha

Gusrizal memandang, sebagai gubernur Sumbar yang memiliki komitmen dengan Tradisi Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK), tidak patut ikutan bawa beberapa bagian tertentu dari tanah dan air Sumbar.

"Itu bukan sikap beragama yang sesuai menurut Syarak Mangato Adaik Mamakai," katanya.***

Editor: Nanang Habibi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bupati Sampang: Pembangunan Serpang Sudah Ganti Nama

Sabtu, 17 Desember 2022 | 15:41 WIB
X