• Kamis, 26 Mei 2022

Hadiri Pelantikan Presiden Korsel, Megawati Terima Gelar Profesor Kehormatan dari Seoul Institute of the Arts

- Senin, 9 Mei 2022 | 09:23 WIB
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri akan terima penganugerahan gelar profesor kehormatan (Tangkapan layar YouTube BRIN Indonesia)
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri akan terima penganugerahan gelar profesor kehormatan (Tangkapan layar YouTube BRIN Indonesia)

IDPOST.O.ID - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri akan terima penganugerahan gelar profesor kehormatan.

Gelar profesor kehormatan tersebut diterima Megawati dari Seoul Institute of the Arts (SIA).

Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto mengatakan Megawati akan menerima gelar profesor kehormatan pada hari Rabu 11 Mei 2022.

Baca Juga: Sederet Rekomendasi Obat Sakit Tengerokan Dijamin Ampuh

Sebelum menerima lanjut Hasto, Megawati akan mendatangi acara pengukuhan Presiden baru Korsel, Yoon Suk Yeo pada Selasa 10 Mei 2022 jam 10.30 waktu di tempat.

"Megawati akan pergi kembali ke Istana Kepresidenan Korsel untuk lakukan diskusi bilateral dengan Presiden Yoon. Sehabis tatap muka itu, Megawati langsung akan pergi ke Gedung Seoul Institute of the Arts. Karena di situ, Megawati akan mendatangi upacara penganugerahan gelar profesor kehormatan," tuturnya, Minggu 8 Mei 2022.

Megawati dijumpai sudah datang di Seongnam, Seoul, Korea Selatan (Korsel), Minggu 8 Mei 20022 waktu di tempat.

Baca Juga: Harlah Pemuda Muhammadiyah ke 90, Puan Maharani: Semangat Bersinergi Dalam Membangun Bangsa

Hasto menerangkan, faksi SIA memberikan gelar profesor itu karena memandang besarnya kontributor dan loyalitas kemanusiaan Megawati perjuangkan perdamaian di Semenanjung Korea, dan perhatiannya yang demikian besar pada demokrasi, lingkungan dan kebudayaan.

"Bahkan juga Ibu Mega pernah menjadi utusan khusus Presiden Korea Selatan untuk ke Korea Utara dalam jalankan diplomasi perdamaian. Karena pada intinya Korea ini kan satu bangsa dua negara. Karena hanya ketidaksamaan ideologi karena perang dingin, selanjutnya terpecah jadi dua negara, hingga proses reunifikasi Korea harus terus-terusan digerakkan dengan damai dan diskusi. Diplomasi kebudayaan sebagai pendekatan penting yang dapat dilaksanakan," tutur Hasto.

Disamping itu, Hasto menjelaskan Megawati dikatakan sebagai sedikit pimpinan yang dapat diterima oleh faksi Korea Utara.

Baca Juga: Bisa Rangkul Semua Golongan, Ketum Pemuda Muhammmadiyah Apresiasi Puan Maharani

Ini kata Hasto berkaitan jalinan bersejarah di antara Proklamator RI yang ayah Megawati, Bung Karno, dan Great Leader Korea Utara, Kim Il Sung.

"Dunia menulis, bagaimana bunga anggrek yang diberi Bung Karno dikenali bernama Kimilsungnia. Bunga anggrek ini saat ini jadi lambang bunga pertemanan di antara Indonesia dan Korea Utara," tutur Hasto.

Selanjutnya Hasto menjelaskan gelar dari SIA ini bukanlah yang pertama dari Korsel untuk Megawati.

Baca Juga: Sebanyak 45 Kapal di Cilacap Hangus Terbakar

Awalnya, Ketua Dewan Pengarah Tubuh Pembimbingan Ideologi Pancasila itu kata Hasto terima gelar doktor honoris causa dari beberapa kampus di Korea.

Pemberian gelar profesor dari SIA ini, menurut Hasto, jadi penting di tengah-tengah kemelut jalinan Selatan dan Utara sekarang ini, khususnya sesudah Korea Utara baru saja ini mengeluarkan rudal balistik.

"Karena Ibu Mega yang stabil dalam membuat dan merealisasikan perdamaian di Korea, diharap dengan kepimpinan Ibu Mega yang diterima kedua pihak, dalam menolong proses diskusi untuk masa datang peninsula itu. Dan disini pemberian profesor kehormatan dikasih ke Ibu Megawati dari Seoul Institute of the Arts. Karena pendekatan kebudayaan itu satu hal yang penting," kata Hasto.

Baca Juga: Demokrat Tak Mau Buru-buru Usung AHY Jadi Capres atu Ccawapres

Hasto menyebutkan saat sebelum memberi gelar profesor kehormatan itu, SIA juga lakukan pengkajian-kajian pada kepimpinan Megawati dan pengabdiannya pada kebudayaan.

"Jika kita saksikan ke, PDI Perjuangan ialah salah satu partai di Indonesia yang mempunyai Tubuh Kebudayaan. Kebudayaan sebagai ruangan diskusi dalam politik itu cuma direalisasikan PDI Perjuangan. Kita punyai Tubuh Kebudayaan yang bisa dibuktikan efisien dalam menguraikan Pancasila lewat jalan Trisakti," tambah Hasto.

"Bahkan juga sepanjang bulan puasa, mendekati sahur dan berbuka puasa, kita selenggarakan aktivitas. Begitu juga di saat peringatan hari besar agama lain. Ini bentuk Tubuh Kebudayaan mengusung semua sudut pandang kebudayaan dalam kejadian-peristiwa yang mengusung spiritualitas bangsa ini," tambahnya.

Baca Juga: Arya Saloka dan Amanda Manopo Dirumorkan Berselingkuh, Benarkah?

Untuk dipahami, SIA sebagai pemberi gelar, ialah lembaga pengajaran terkenal yang telah berdiri lebih dari 60 tahun. Melahirkan beberapa puluh aktris terkenal dan berkualitas dari Korea.

Sebutlah saja kata Hasto Kim Seon Ho, Son Ye Jin, sampai Kim Ha-neul, atau vokalis Wooyoung dari Group 2PM, dan Pembawa acara Yoo Jae-Suk.

Hasto mengutarakan Megawati datang di Seoul bersama beberapa barisan partai, dan beberapa staff pribadinya. Salah satunya ialah Bendahara Umum DPP PDIP Olly Dondokambey, dan Ketua DPP PDIP sektor Kelautan, Perikanan, dan Nelayan Rokhmin Dahuri.

Baca Juga: Lirik Lagu Terbaru ‘Sebatas Formalitas-Danar Widiyanto’ X Factor Indonesia yang Trending di YouTube

"Sesudah 2 tahun periode wabah, ini baru pertama kalinya untuk Ibu Megawati keluar dan naik pesawat. Baru ini sesudah wabah. Sepanjang wabah, tidak pernah Ibu Mega naik pesawat keluar negeri. Bahkan juga sepanjang wabah, Ibu Megawati tak pernah ke Bali," papar ia.

Hasto menerangkan jika undangan dari Republik Korea ini sebagai satu kehormatan.

"Undangan memiliki sifat khusus oleh Presiden dipilih untuk mendatangi pengukuhan," ucapnya menambah.

Editor: Nanang Habibi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Puan Pastikan DPR Sahkan Revisi UU PPP Hari Ini

Selasa, 24 Mei 2022 | 10:44 WIB

Asik, Indonesia Dapat Kuota Haji Terbanyak

Sabtu, 21 Mei 2022 | 13:59 WIB
X