• Kamis, 26 Mei 2022

Sejarah Lampung Jawanya Pulau Sumatra

- Rabu, 11 Mei 2022 | 06:49 WIB
Provinsi Lampung merupakan provinsi paling selatan di Pulau Sumatra dengan jumlah penduduk mencapai 8,85 juta jiwa di tahun 2021 dengan 96% beragama Islam. (sejarah lampung)
Provinsi Lampung merupakan provinsi paling selatan di Pulau Sumatra dengan jumlah penduduk mencapai 8,85 juta jiwa di tahun 2021 dengan 96% beragama Islam. (sejarah lampung)



IDPOST.CO.ID - Provinsi Lampung merupakan provinsi paling selatan di Pulau Sumatra dengan jumlah penduduk mencapai 8,85 juta jiwa di tahun 2021 dengan 96% beragama Islam.

Mengapa Provinsi Lampung di katakan Jawanya Sumatra?

Hal tersebut terjadi dikarena menurut sensus penduduk masyarakat di Provinsi Lampung 65,8% nya bersuku Jawa sedangkan masyarakat suku Lampung hanya 12,8 %, masyarakat suku Sunda 11,36 % sisanya ada masyarakat suku Bali 1,73 %, serta 2,15% antara lain masyarakat suku Sumatra selatan, masyarakat suku Minangkau, masyarakat suku Batak, masyarakat Cina.

Baca Juga: Hari Lahir Pancasila Diperingati Setiap Tanggal Berapa?

Pada masa Penjajahan kolonial Belanda antara tahun 1901 sampai 1942 menerapkan Politik Etis atau Politik Balas Budi dengan tujuan mensejahterakan rakyat kolonial yang di sampaikan oleh Ratu Belanda yaitu Ratu Belanda Wilhelmina. Politik etis ini terangkum dalam program Trias Van deventer yang meliputi:

1. Irigasi (pengairan), membangun dan memperbaiki pengairan-pengairan dan bendungan untuk keperluan pertanian.

2. Imigrasi yakni mengajak penduduk untuk bertransmigrasi.

3. Edukasi yakni memperluas dalam bidang pengajaran dan pendidikan.

Baca Juga: Alasan Ragil Mahardika Jadi LGBT dan Nikah dengan Frederik Vollertk Warga Jerman

Kemudian pertama kali masyarakat suku Jawa melakukan transmigrasi yang pada saat itu disebut dengan kolonialisasi dikirm ke Lampung oleh pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1905 atas dasar ledakan penduduk di pulau Jawa untuk menangan kasus tersebut masyarakat Jawa khusus Jawa Tengah di pindahkan ke Lampung.

Dengan diberi sangu uang sebaesar 20 gulden dan diberikan tanah untuk perumahan dan kebun yang terletak di daerah yang sekarang disebut Kabupaten Pesawaran tepatnya Kecamatan Gedung Tataan.

Sebenarnya Pemerintah Belanda ilalah menjadikan masyarakat Jawa tersebut sebagai buruh perkebunan belanda di luar pulau Jawa yaitu di Lampung.

Baca Juga: Bertemu Pasangan LGBT Ragil Mahardika dan Frederik Vollert, Deddy Corbuzier: bisa tidak lu jadiin gue gay

Halaman:

Editor: Nanang Habibi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Puan Pastikan DPR Sahkan Revisi UU PPP Hari Ini

Selasa, 24 Mei 2022 | 10:44 WIB

Asik, Indonesia Dapat Kuota Haji Terbanyak

Sabtu, 21 Mei 2022 | 13:59 WIB
X