• Sabtu, 1 Oktober 2022

Jual Kulit Harimau, Eks Bupati Hanya Wajib Lapor

- Jumat, 27 Mei 2022 | 08:12 WIB
Didugan turut serta perdagangan satwa liar diproteksi, berbentuk kulit harimau Sumatera, eks Bupati Bener Meriah, Ahmadi hanya dikenakan wajib lapor. (pixabay)
Didugan turut serta perdagangan satwa liar diproteksi, berbentuk kulit harimau Sumatera, eks Bupati Bener Meriah, Ahmadi hanya dikenakan wajib lapor. (pixabay)

IDPOST.CO.ID - Didugan turut serta perdagangan satwa liar diproteksi, berbentuk kulit harimau Sumatera, eks Bupati Bener Meriah, Ahmadi hanya dikenakan wajib lapor.

Hal tersebut disampaikan, penyidik Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Daerah Sumatera.

Kepala Gakkum KLHK Daerah Sumatera Subhan menjelaskan, Ahmadi dan seorang partnernya berinisial S tidak ditahan karena masih menanti pengecekan saksi-saksi yang lain.

Baca Juga: Terpilih Jadi Koordinator Gusdurian Blitar, Soni Ajak Membumikan Nilai-nilai Toleransi


"Masih perlu dilaksanakan pengecekan saksi-saksi tambahan untuk tingkatkan status ke-2 nya. Tetapi masih tetap ke-2 nya diterapkan harus melapor ke penyidik di kantor Pos Gakkum Aceh," kata Subhan ke reporter, Kamis 26 Mei 2022.

Ahmadi dan partnernya S diamankan team kombinasi Brigade Macan Tutul Seksi Daerah I Balai Gakkum KLHK Daerah Sumatera dan Polda Aceh pada Selasa 24 Mei 2022 sekitaran jam 04.30 WIB. Petugas yang menyaru sebagai konsumen membuat persetujuan untuk lakukan transaksi bisnis di SPBU Pondok Baru, Kecamatan Bandar.

Saat akan diamankan, satu rekanan Ahmadi yang lain inisial I larikan diri. Ia didugan sebagai tidak aktor perdagangan kulit harimau itu.

Baca Juga: Signal Jokowi Dukung Ganjar Pranowo Maju Capres, Emrus Sihombing: Hanya Asumsi Belakang

Menurut Subhan, dari tangan ke-2 orang yang sukses ditangkap, petugas mengambil alih kulit harimau komplet tulang belulang, 1 unit mobil, dan 2 unit smartphone.

Sehabis ditangkap, tanda bukti dan ke-2 nya dibawa langsung ke Polda Aceh untuk dilaksanakan gelar kasus. Tetapi, hasil gelar kasus itu belum jelas betul karena masih memerlukan saksi-saksi tambahan. "Jadi mereka berdua dibalikkan ke keluarga dahulu," tutur Subhan.

Editor: Nanang Habibi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

RSUD Mohammad Zyn Sampang Sosialisasikan Program UHC

Selasa, 20 September 2022 | 20:52 WIB

Jokowi Ingin Penyaluran BLT BBM dan BSU Tepat Sasaran

Minggu, 18 September 2022 | 11:35 WIB

Gegara Istri Suka Mabuk, Seorang Suami Curhat Alami KDRT

Minggu, 11 September 2022 | 18:23 WIB

Cek Namamu Segera, Dapat Bansos BLT BBM Atau Tidak

Selasa, 6 September 2022 | 15:12 WIB
X