• Sabtu, 1 Oktober 2022

Eks Ketum PBNU Said Aqil: Pilih Pemimpin yang Dapat Diterima Semua Pihak

- Jumat, 27 Mei 2022 | 08:20 WIB
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Said Aqil Sirodj (Instagram@pecintakiaisaid)
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Said Aqil Sirodj (Instagram@pecintakiaisaid)

IDPOST.CO.ID - Eks Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj mengingati untuk pilih pimpinan ke depan yang dapat diterima seluruh pihak.

Hal itu disebutkan Said Aqil Siradj saat mendatangi halalbihalal yang diadakan oleh Pesantren Ekonomi Darul Uchwah Kota Depok Jawa Barat dan Islam Nusantara Foundation, Kamis 26 Mei 2022.

"Yang terang saya bukan figur politik, tetapi mencari pimpinan yang dapat diterima seluruh pihak, semua suku, agama dan budaya terima figure itu dan pahami mengenai keperluan rakyat Indonesia, pimpinan yang bagus semacam itu," kata Said Aqil.

Baca Juga: Sederet Fakta Doddy Sudrajat Tetap Ngotot Pindahkan Makam Vanessa Angel

Selainnya persyaratan itu, menurut Said Aqil, calon pimpinan perlu mempunyai kemahiran, kecerdasan atau ketrampilan. Tetapi yang terpenting ialah pahami kondisi Indonesia dan dapat diterima seluruh pihak. Dan tidak kalah yang perlu kembali bersih dari korupsi.

Baiknya kata Said Aqil, bangsa yang paling plural ini pimpinannya harus punyai semangat pluralis, bangsa yang paling berbudaya karena itu pimpinan harus berbudaya.

Menurutnya, bila pimpinan tidak mengenali budaya, tidak ada semangat pluralisme dan tidak ada semangat keanekaragaman karena itu bahaya itu.

Baca Juga: Signal Jokowi Dukung Ganjar Pranowo Maju Capres, Emrus Sihombing: Hanya Asumsi Belakang

Pada acara halal bi halal ini, Said Aqil menerangkan mengenai Islam Nusantara. Ia menjelaskan beberapa tamu dari Timur tengah tiba padanya waktu masih jadi Ketua Umum PBNU dan seringkali khotbah di luar negeri.

Beberapa tamu asal Timur tengah itu sampaikan ide Islam Nusantara, yang disebut Islam yang ramah, Islam yang berbudaya. Bukan Islam doktrin atau Islam yang dipaksa.

"Jadi Islam Nusantara ialah Islam yang pas dengan bangsa dan warga Nusantara," tutur ia.

Baca Juga: Tips Cantik dan Ideal Ala Rose BLACKPINK

Dalam pada itu, Pengasuh Pesantren Ekonomi Darul Uchwah Marsudi Syuhud menjelaskan Islam Nusantara lahir dari rakyat untuk rakyat dari umat untuk umat yang hendak terus-terusan menemani warga dari banyak hal.

Menurutnya, saat dunia kritis pangan karena itu jadi kesempatan untuk bangsa Indonesia, karena 24 jam itu dapat bekerja penuhi keperluan pangan tetapi barat ada musim yang tidak dapat tanam. Di Indonesia tempat tetap dipakai.

Ia menambah, bila ada kritis pangan, karena itu Islam Nusantara Foundation ajak ke semua masyarakat bangsa ikut pikirkan atau kekurangan pangan dengan menanam yang selanjutnya dapat dipanen untuk jadi stok pangan di Indonesia dan luar negeri.

Editor: Nanang Habibi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

RSUD Mohammad Zyn Sampang Sosialisasikan Program UHC

Selasa, 20 September 2022 | 20:52 WIB

Jokowi Ingin Penyaluran BLT BBM dan BSU Tepat Sasaran

Minggu, 18 September 2022 | 11:35 WIB

Gegara Istri Suka Mabuk, Seorang Suami Curhat Alami KDRT

Minggu, 11 September 2022 | 18:23 WIB

Cek Namamu Segera, Dapat Bansos BLT BBM Atau Tidak

Selasa, 6 September 2022 | 15:12 WIB
X