• Minggu, 14 Agustus 2022

Dibiayai Korea, Pemerintah Bangun Pusat Data Nasional di 4 Titik

- Sabtu, 25 Juni 2022 | 15:13 WIB
Pusat Data Nasional tengah dibuat pemerintahan lewat Kementerian Komunikasi dan Informatika di empat lokasi di daerah Indonesia (metamorworks)
Pusat Data Nasional tengah dibuat pemerintahan lewat Kementerian Komunikasi dan Informatika di empat lokasi di daerah Indonesia (metamorworks)

IDPOST.CO.ID - Pusat Data Nasional tengah dibuat pemerintahan lewat Kementerian Komunikasi dan Informatika di empat lokasi di daerah Indonesia.

Lokasi yang diartikan ialah Teritori Deltamas Industrial Estate (Jabodetabek), Nongsa Digital Park Batam, Ibu Kota Negara di Kalimantan Timur dan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Barat.

Untuk pembangunan Pusat Data Nasional beritanya akan diongkosi pemerintahan Republik Korea.

Baca Juga: Anies Baswedan Jadi Sampul Majalah Al Islam: menyambut gubernur Muslim, hentikan gubernur kafir, Benarkah?

Menurut Menteri Kominfo, Johnny G Plate, document pendanaan sedang diulas di antara Kementerian Keuangan dengan EDCF.

Johnny menjelaskan, kehadiran Pusat Data Nasional yang dibuat diharap dapat menggerakkan perkembangan investasi pusat data di Indonesia.

"Jadi kekuatan investasi dan konsumsi data di Indonesia besar sekali. Ini prediksi dari kekuatan ekonomi digital Indonesia yang berkembang dengan cepat seperti prognosisnya," kata Menkominfo, seperti dikutip Di antara.

Baca Juga: Bintang Kpop V BTS dan Lisa BLACKPINK Dipastikan Hadiri Celine Mens Summer di Paris

Johnny menjelaskan faksinya mengharap konsumsi data perkapita di Indonesia akan makin bertambah dengan pemerintahan membuat pusat data akan memberi dorongan pada bidang private selekasnya membuat pusat data.

​Keberadaan data memiliki sifat vital. Karena itu, pemerintahan memandang perlu pengendalian dan infrastruktur yang lebih mencukupi.

Secara nasional, konsumsi data warga ialah 1 watt per kapita atau sama dengan 270-300 megawatt. Bila konsumsi bertambah jadi 10 watt per kapita, karena itu perlu sekitaran 2,7 gigawatt listrik.

Baca Juga: Gubernur Terbodoh, Guntur Romli: di google keluar Anies Baswedan

Menurut Johnny, angka 10 watt per kapita belum tinggi karena Singapura sekarang ini konsumsi datanya 100 watt per kapita.

Nanti, perkembangan konsumsi data akan punya pengaruh pada kemajuan ekonomi digital dan investasi pusat data di Indonesia.

Editor: Nanang Habibi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Oknum DPRD Sampang Diduga 'Jotos' Anggota LSM

Rabu, 10 Agustus 2022 | 15:09 WIB
X