• Kamis, 1 Desember 2022

Sadis, Anak Gadis di Celegon Dicabuli Calon Ayahnya

- Sabtu, 25 Juni 2022 | 16:26 WIB
Ilustrasi aksi cabul anak di bawah umur.  (Ilustrasi/PR)
Ilustrasi aksi cabul anak di bawah umur. (Ilustrasi/PR)

IDPOST.CO.ID - DK, pria 46 tahun masyarakat Citangkil, Kota Cilegon jadi terdakwa atas kasus pencabulan anak di bawah usia.

DK diamankan oleh Unit Reserse Kriminil (Satreskrim) Polres Cilegon sesudah korban membuat laporan.

"Betul jika sudah ditangkap terdakwa DK, aktor tindak pidana penghinaan seksual atau percabulan pada anak di bawah usia di tempat tinggalnya di Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon pada Kamis (23 Juni)," kata Kasat Reskrim Polres Cilegon AKP M Nandar lewat info tercatat, Jumat 24 Juni 2022.

Baca Juga: Shopee Indonesia Buka Kesempatan Berkarir

Nandar menerangkan, penghinaan itu terjadi saat korban yang berumur 11 tahun sedang main smartphone di kamar.

Lantas, masih kata Nandar, korban dipeluk dari belakang oleh terdakwa DK. Dijumpai, DK ialah pacar ibu korban.

"Perlakuan aktor dijumpai oleh ibu korban, saat anaknya menceritakan sedang main HP dikamar pernah dipeluk dari belakang oleh terdakwa DK. Selanjutnya terdakwa sentuh alat penting atau sisi peka korban," ungkapkan Nandar.

Baca Juga: Gibran Terpilih Jadi Ketua Inaspoc: Saya Langsung Ketemu Erick Thohir

Selesai dengar pernyataan anaknya, si ibu tidak terima dan langsung memberikan laporan pacarnya itu ke faksi kepolisian.

"Ibu korban memberikan laporan aktor ke RT dan RW di tempat, lalu ibu korban memberikan laporan peristiwa itu ke Polres Cilegon untuk ditindak lanjuti," tutur Nandar.

Nandar menjelaskan, faksinya telah amankan saksi dan tanda bukti buat penyidikan selanjutnya.

Baca Juga: Percepat Penangan PMK, Kepala BNPB Terun Langsung ke Jatim

"Ada beberapa alat bukti yang menangkap terdakwa, karena tingkahnya itu yaitu baju korban, hasil visum, dan info saksi yang perkuat panduan pembuktian," terang Nandar.

Pelaku dijerat dengan pasal 82 Undang-Undang Nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU No. 1 Tahun 2016 tentang Perubahan UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 15 penjara.

Editor: Nanang Habibi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X