• Minggu, 14 Agustus 2022

Tingkat Kepuasan Kinerja Jokowi Capai 77,8%, Pengamat: Lembaganya tak Terdaftar di KPU dan Dibayar Oligarki

- Selasa, 28 Juni 2022 | 07:47 WIB
Pengamat sebut hasil survei tingkat kepuasan masyarakat terhadap Presiden Jokowi atau Joko Widodo mencapai 77,8% itu dibiayai pemerintah. (Twitter )
Pengamat sebut hasil survei tingkat kepuasan masyarakat terhadap Presiden Jokowi atau Joko Widodo mencapai 77,8% itu dibiayai pemerintah. (Twitter )

IDPOST.CO.ID - Pengamat sebut hasil survei tingkat kepuasan masyarakat terhadap Presiden Jokowi atau Joko Widodo mencapai 77,8% itu dibiayai pemerintah.

Hal tersebut disampaikan Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie saat dihubungi IdPost.co.id, Selasa 28 Juni 2022.

Jerry Massie menyebutkan sekarang ini banyak lembaga survei yang tidak terdaftar di KPU dan mereka dibiayai oleh oligarki.

Baca Juga: PDIP Diprediksi Kalah di Pilpres 2024 Apabila Tak Gabung dengan PKB

"Sekarang banyak lembaga survei yang tak terdaftar di KPU dan dibayar oleh oligarki untuk memenangkan calon yang tak berprestasi," katanya.

Bahkan, Jerry Massie juga menyebut survei yang dilakukan Polmatrix terkesan abal-abal dan mengada-ada hasil kepuasan.

"Masak hasil survei Polmatrix PSI 5%, NasDem hanya 3,8%. Survei abal-abal ini dan Jokowi 77% tingkat kepuasanya," ujarnya.

Baca Juga: Siapapun Presiden Terpilih di Pilpres 2024, IPSA: Harus Pemersatu Bangsa

Selain itu Jerry Massie juga menyebutkan kalau ia masih pertama kali mendengar lembaga survei Polmatrix.

"Saya pun baru dengar lembaga survei ini," ucapnya singkat.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Polmatrix Indonesia Dendik Rulianto menjelaskan jika hasil survei Polmatrix memperlihatkan sebesar 77,8% khalayak merasa puas pada performa Presiden Joko Widodo dalam jaga ketersediaan barang dan tekan inflasi.

Baca Juga: Anis Baswedan Ubah Nama Jalan, Guntur Romli: Jakarta butuh ganti gubernur bukan nama jalan

"Di tengah-tengah naiknya harga beberapa komoditas, khalayak berasa puas karena menyaksikan performa Jokowi dalam jaga tersedianya barang dan tekan inflasi," kata Dendik dalam penjelasannya di Jakarta, Minggu, 26 Juni 2022.

Penemuan survei Polmatrix Indonesia memperlihatkan sekitar 77,8 % khalayak berasa puas pada Jokowi dengan pemerincian sejumlah 71,1% berasa cukup puas dan 6,7% salah satunya benar-benar puas.

Sedangkan 20,5 % yang berasa tidak puas, salah satunya 18,0% kurang puas, 2,5% benar-benar tidak puas, dan 1,7 % tidak paham/tidak jawab.

Baca Juga: Susul Jungkook, Album Solo J-Hope ‘Jack in the Box’ Rilis Bulan Depan

Menurut Dendik, reputasi Jokowi semenjak memegang kepala wilayah di Surakarta dan DKI Jakarta kelihatan dalam mengontrol inflasi. Di saat diskusi capres pada 2014, Jokowi mengutamakan keutamaan team pengaturan inflasi wilayah (TPID) di saat pimpin pemerintah.

Demikian dipilih sebagai presiden, Jokowi menggalakkan pembangunan infrastruktur sebagai masalah khusus dalam arus logistik. Sekarang, menurut Dendik, semua jaringan tol trans-Jawa telah tersambung, diteruskan dengan di beberapa pulau lain, dan model transportasi yang lain.

Demikian juga, dengan infrastruktur untuk memberikan dukungan bidang pertanian, seperti pembangunan bendungan dan aliran irigasi.

Baca Juga: Bukan Rahasia, Berhubungan Seks dengan Pasangan Bisa Menurunkan Depresi

"Tidak terpikirkan bagaimana keadaan wabah dan inflasi bila Jokowi tidak mengegas infrastruktur semenjak masa pertama memerintah," sebut Dendik.

Walau ada banyak persoalan yang perlu ditemui, katanya, khalayak menyaksikan pemerintahan bekerja untuk layani khalayak. "Hasilnya kepuasan khalayak masih tetap tinggi walau condong statis atau peluang terevisi," katanya.

Maka dari itu, Dendik mengingati Pemerintahan untuk selalu jaga supaya inflasi tidak terus membuntuti.

Baca Juga: Shopee Indonesia Buka Kesempatan Berkarir

"Gagasan Jokowi bertandang ke Ukraina dan Rusia untuk hentikan perang jadi benar-benar vital dengan kemampuan Indonesia sebagai Presidensi G20," ucapnya.

Dia melihat perlu pemerintahan harus mengefektifkan performa lembaga-lembaga berkaitan dengan pangan, baik lintasi bidang kementerian dan nonkementerian atau BUMN pangan, supaya rantai suplai tidak gampang terusik oleh factor lokal atau global.

survei Polmatrix Indonesia di tanggal 16-21 Juni 2022 pada 2.000 informan sebagai wakil 34 propinsi. Sistem survei ialah multistage acak sample (random bertingkat) dengan margin of error survei sejumlah 2,2% dan di tingkat keyakinan 95%.

Halaman:

Editor: Nanang Habibi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Oknum DPRD Sampang Diduga 'Jotos' Anggota LSM

Rabu, 10 Agustus 2022 | 15:09 WIB
X