• Kamis, 1 Desember 2022

Seorang Anak Diketahui Duduk di Atas Atap Genting Sekolah, di Duga Kesal Karena Hp Dirampas Gurunya

- Rabu, 19 Oktober 2022 | 19:32 WIB
Seorang anak mengenakan baju warna putih dengan celana warna abu-abu yang sedang duduk di atap genting salah satu sekolah SMA Kabupaten Pamekasan Madura (Junaidi)
Seorang anak mengenakan baju warna putih dengan celana warna abu-abu yang sedang duduk di atap genting salah satu sekolah SMA Kabupaten Pamekasan Madura (Junaidi)

IDPOST.CO.ID PAMEKASAN - Seorang anak mengenakan baju warna putih dengan celana warna abu-abu seperti seragam siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) diketahui sedang duduk di atas atap genting sekolah sekitar jam 09.00 WIB pagi pada Rabu 19 Oktober 2022.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, anak tersebut merupakan siswa kelas X di salah satu sekolah tingkat SMA Negeri di Kabupaten Pamekasan Madura Jawa Timur, Ia nekat naik ke atap genting sekolah lantaran kesal karena Hp nya diduga dirampas oleh gurunya.

Baca Juga: Ingin Dapat Bantuan PIP, Kabid SD di Sampang Katakan Begini

Beruntung keberadaan anak tersebut diketahui oleh dewan guru setempat, sehingga pihak guru segera berkoordinasi dengan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan aparat kepolisian Kabupaten Pamekasan.

Mereka kemudian juga menaiki genting atap sekolah sambil mencoba membujuk anak tersebut, dengan usaha bujukan sejumlah petugas tersebut sehingga anak tersebut berhasil di evakuasi sambil dibantu turun dari atap genting sekolah.

Baca Juga: DKPP Pamekasan Berjanji Bakal Bantu Petani Holtikultura Untuk Mewujudkan Desa Tematik

Kapusdalops BPBD Kabupaten Pamekasan Wahed Ilham menyatakan, ketika proses evakuasi anak tersebut diketahui sambil menangis, dan dengan bujukan petugas anak tersebut kemudian mau turun dari atap genting sekolah.

'Saat berada di atas genting anak itu sambil  menangis, beruntung anak tersebut mau turun setelah dibujuk oleh petugas dari BPBD, Damkar dan aparat kepolisian," terangnya.

Baca Juga: Dapat Informasi 4 Kecamatan Banjir, DPC PKB Blitar Dirikan Bangun Posko Peduli Banjir

Wahed juga mengatakan aksi nekat anak tersebut lantaran handpone nya diduga disita oleh gurunya, sedangkan handphone tersebut bukan miliknya sendiri melainkan meminjam milik orang lain.

Halaman:

Editor: Junaidi

Sumber: eMHa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X