• Kamis, 1 Desember 2022

Satpol PP Kabupaten Sampang Dapatkan 33 Merek Rokok ilegal Tersebar di Sampang

- Selasa, 1 November 2022 | 23:28 WIB
Kepala satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Sampang membawa sejumlah rokok ilegal yang tersebar di Kabupaten Sampang. (Junaidi)
Kepala satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Sampang membawa sejumlah rokok ilegal yang tersebar di Kabupaten Sampang. (Junaidi)

IDPOST.CO.ID SAMPANG- Untuk menimalisir maraknya peredaran rokok ilegal Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sampang Madura membentuk tim satuan tugas (Satgas) pemberantasan rokok ilegal.

Tim Satgas tersebut terdiri dari Satpol PP dan unsur Aparat Penegak Hukum (APH) yakni Anggota Polres, Anggota TNI, dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Sampang. Mereka berperan untuk melakukan deteksi dini di 14 Kecamatan yang disinyalir menjadi tempat pengiriman rokok tanpa cukai.

Baca Juga: Tidak Bisa Melamar P3K, Sejumlah Nakes Galis Datangi Kantor Dinkes Bangkalan

Kepala Satpol PP Sampang Suryanto melalui Kepala Bidang (Kabid) Penegakan perda Ahmad Taufikur rahman membenarkan kalau Kabupaten Sampang menjadi sasaran peredaran rokok ilegal. Hal itu diketahui dari hasil deteksi dini yang dilakukan ke 14 kecamatan.

Taufiq kemudian melanjutkan, hasil dari deteksi dini ke 14 kecamatan ia mendapatkan sekitar 33 merek rokok ilegal atau tanpa cukai yang tersebar di sejumlah pedesaan maupun di perkotaan Kabupaten Sampang.

Hasil tersebut dengan menyasar menyasar tiga lokasi yang dinilai rentan adanya transaksi atau pengiriman rokok Ilegal, yakni pasar tradisional, jasa pengiriman barang, dan terminal angkutan umum maupun angkutan barang.

Baca Juga: Polres Bangkalan Amankan 3 Orang Pria Saat Pesta Sabu di Atas Rumah Pohon

"Dari hasil deteksi dini Tim Satgas, peredaran rokok ilegal di Sampang sangat luar biasa, dan itu sudah menjadi sasaran pabrikan, tidak hanya di desa, di perkotaan juga menjadi sasaran,” jelasnya pada Senin 31 Oktober 2022.

Menurutnya, deteksi dini ke 14 kecamatan tersebut masih langkah awal untuk mencari tahu tentang peredaran rokok ilegal. Selanjutnya setelah itu akan ditindak lanjuti dengan kegiatan sosialisasi ke 14 Kecamatan mengajak masyarakat agar secara bersama-sama tidak mengkonsumsi rokok ilegal.

“Seteah sosialisasi kita akan melakukan operasi bersama, melibatkan APH, Polres, TNI, Kejaksaan dan lainnya. Semoga saja, merek rokok ilegal itu kedepannya jadi legal” imbuhnya.Baca Juga: RSUD Muhammad Zyn Gelar Seminar dan Workshop Update Tata Laksana Berbagai Penyakit

Halaman:

Editor: Junaidi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X