• Minggu, 14 Agustus 2022

Banyak Mayarakat Tak Puas dengan Kinerja Jokowi, KSP: Karena Isu Kenaikan Harga Pangan

- Selasa, 17 Mei 2022 | 15:29 WIB
Tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Joko Widodo - Wakil Presiden Ma'ruf Amin kembali merosot
Tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Joko Widodo - Wakil Presiden Ma'ruf Amin kembali merosot

IDPOST.CO.ID - Tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Joko Widodo - Wakil Presiden Ma'ruf Amin kembali merosot.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staff Presiden Edy Priyono memberi respon, salah satunya pemicu yang membuat kepuasan warga karena satu diantaranya umor peningkatan harga kebutuhan pokok

Edy Priyono menjelaskan, peningkatan harga-harga kebutuhan pokok, tidak lepas dari imbas ketidakjelasan global, baik yang dipacu wabah Covid-19, perselisihan Rusia-Ukraina, beragam peraturan di negara maju, atau faktor cuaca.

Baca Juga: Kepuasan Jokowi Merosot Drastis Dinilai Jadi Cerminan Kekecewaan Ibu-ibu

Akibatnya, harga beragam komoditas di pasar global naik, terhitung bahan pangan dan energi yang selanjutnya memacu peningkatan harga dalam negeri di beberapa negara.

"Bila keadaan ini selalu terus-menerus dapat mengakibatkan berlangsungnya kenaikan inflasi, pengurangan daya membeli warga dan kemajuan ekonomi, dan memberikan penekanan pajak. Ingat APBN sering dipakai untuk menyiapkan support bantalan sosial untuk warga, terutamanya barisan tidak sanggup," kata Edy dikutip dari keterangan tertulisnya, Selasa 17 Mei 2022.

Disamping itu, ia menyebutkan, pengurangan jumlahnya uang beredar di negara maju bisa juga tekan pasar keuangan lewat pelemahan rupiah, dan beresiko pada bertambahnya tingkat bunga. Tetapi, menurut Edy, di tengah-tengah beragam resiko global yang ada, ekonomi Indonesia sanggup meneruskan trend pembaruan yang stabil.

Baca Juga: Test Kepribadian dengan Kunci Hp, Anda Pakai Pin, Pola Atau Sidik Jari

Ia menyebutkan, data Tubuh Pusat Statistik (BPS) pada triwulan I 2022 ungkap ekonomi Indonesia tumbuh kuat sebesar 5,01 % (year to year). Perkembangan ekonomi itu, ungkapkan Edy, didukung oleh kenaikan keinginan lokal, masih tetap terjaganya performa export, dan bernafsunya kegiatan ekonomi sekitar lebaran.

"Putaran ekonomi pada Idul Fitri ikut juga berperanan dalam menggerakkan perkembangan di Triwulan I," ucapnya.

Edy menulis, walau terjadi peningkatan harga-harga keperluan primer, tetapi dari segi permintaan, konsumsi rumah tangga malah tumbuh, yaitu sejumlah 4,34 % (year to year), atau lebih tinggi dibandingkan perkembangan pada triwulan IV 2021 sejumlah 3,55 % (year to year).

Baca Juga: Sebelum ke Bali, Berikut Daftar Wisata di Banyuwangi yang Wajib di Kunjungi

Ia memandang, kuatnya perkembangan konsumsi rumah tangga disokong oleh peraturan kelonggaran mobilisasi, bersamaan dengan wabah yang teratasi dan bersambungnya akselerasi vaksinasi. "Dan yang perlu dicatat, karena pemercepatan pendistribusian pelindungan sosial untuk memberi dorongan untuk pengokohan daya membeli warga," ucapnya.

Namun, lanjut Edy, pengokohan konsumsi rumah tangga di lain sisi ikut berperan pada bertambahnya inflasi pada April 2022, sebesar 0,95 % (month to month) atau 3,47 % (year to year).

"Tingginya inflasi itu bersamaan dengan peristiwa Ramadhan 2022 yang transisi memang terjadi kenaikan keinginan," ucapnya.

Baca Juga: Bikin Merinding, Ini Cerita Lengkap Film KKN di Desa Penari Versi Nur

Dalam peluang itu, Edy optimis, prospect ekonomi Indonesia di depan masih tetap kuat, karena pemerintahan terus lakukan akselerasi dan peluasan vaksinasi, pembukaan beberapa sektor ekonomi yang makin luas, dan memberi beragam stimulan berbentuk kontribusi-bantuan sosial ke warga.

Instansi survey Tanda Politik melaunching kepuasan khalayak pada performa Presiden Joko Widodo-Wakil Presiden Ma'ruf Amin alami pengurangan sampai 6 %. Pengurangan itu terjadi selang satu bulan dari survey paling akhir yaitu capai 64,1 %. Pengurangan mencolok itu mengambil sumber dari rumor peningkatan harga beberapa bahan dasar.

Editor: Nanang Habibi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bahas Peluang Pemilu 2024, PKS dan Golkar Makin Mesra

Minggu, 14 Agustus 2022 | 13:15 WIB
X