• Minggu, 14 Agustus 2022

PKB Sebut Duet Anis dan Ganjar Bukan Pemersatu Bangsa

- Senin, 27 Juni 2022 | 08:30 WIB
Anies dan Ganjar tidak mempunyai kemampuan untuk mempersatukan bangsa dalam penerapan Pemilu 2024 kedepan.
Anies dan Ganjar tidak mempunyai kemampuan untuk mempersatukan bangsa dalam penerapan Pemilu 2024 kedepan.

 

IDPOST.CO.ID - Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid, memandang Anies dan Ganjar tidak mempunyai kemampuan untuk mempersatukan bangsa dalam penerapan Pemilu 2024 kedepan.

"Jika dua nama itu dilempar ke khalayak, saya percaya itu bukan jalan keluar untuk mendapati duet penyatu bangsa. Karena Anies atau Ganjar tidak mempunyai kemampuan karena itu," tutur Jazilul.

Karena itu, kata Jazilul, baik Anies atau Ganjar belum mempunyai pengalaman dan prestasi untuk membuat kerukunan bahkan juga menjadikan satu bangsa yang sejauh ini terpolarisasi.

Baca Juga: Sambut Kejuaraan Dunia Motorcross, Yamaha STSJ Gelar Blu Cru Fun Riding Goes To MXGP Samota di Sumbawa

"Karena kekeduanya (Ganjar-Anies) belum berpretasi dan trek record yang kuat dalam aktivitas kerukunan atau persatuan bangsa," kata pria yang dekat dipanggil Gus Jazil itu.

Karenanya, menurut Wakil Ketua MPR itu, duet penyatu bangsa ini bukan jalan keluar yang bagus untuk menghindar pemilu tanpa polarisasi. Karena, bila pola duet penyatu bangsa disebut pada awal malah akan membuat beberapa elite politik tidak dapat duduk bersama.

"Tetapi jika saat ini ditampilkan figurnya, malah itu jadi kutub yang memberi penekanan pada faksi lainnya," tandas Gus Jazil.

Baca Juga: Siapapun Presiden Terpilih di Pilpres 2024, IPSA: Harus Pemersatu Bangsa

Sebelumnya, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh akui menyarankan nama pasangan calon presiden-calon wapres ke Presiden Joko Widodo. Hal tersebut dilakukan karena ingin pimpinan bangsa di depan dapat hilangkan polarisasi yang sejauh ini terjadi dalam masyarakat.

"Saya? Itu saya mengakui, iya . Maka apa yang dapat saya sumbangkan dengan hati, dengan kejujuran, apa yang saya ketahui yang insyaallah mungkin itu berguna untuk kebutuhan perkembangan bangsa ini. Saya berpikir itu yang saya utamakan," tutur Surya Paloh ke reporter di NasDem Tower, Kamis, 23 Juni.

Pengakuan Surya Paloh lalu diaminkan.diiyakan Waketum Partai NasDem Ahmad Ali. Ia menjelaskan pola itu ada saat Paloh berunding dengan Presiden Jokowi.

Baca Juga: Sebanyak 63.134 Jamaah Haji Asal Indonesia Tiba di Arab Saudi

"Pemikiran Pak Surya jika ini hari ada figure yang mencolok, yang kita anggap, jika kita ingin obyektif menilainya jika ada Anies dan ada Ganjar," kata Ali ke reporter.

Walau begitu, Ahmad Ali menerangkan, predikat duet penyatu Anies-Ganjar cuma sebagai penglihatan NasDem. Ia juga mengaku, tidak seluruhnya orang akan sepakat dengan saran duet yang disebutkan penyatu bangsa itu.

"Pemikiran kita itu pasangan yang bagus jika selanjutnya itu dapat terpasangkan. Maknanya duet penyatu, dapat selesai. Itu kan menurut kita, tetapi kan belum pasti diamini oleh seseorang karena seseorang dapat berpandangan lain," kata Ali.

Editor: Nanang Habibi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bahas Peluang Pemilu 2024, PKS dan Golkar Makin Mesra

Minggu, 14 Agustus 2022 | 13:15 WIB
X