• Sabtu, 2 Juli 2022

Candi Penataran, Candi Peninggalan Tiga Kerajaan Besar di Jawa Timur

- Selasa, 26 Oktober 2021 | 15:08 WIB
Kompleks Candi Penataran di Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar (Malik Naharul)
Kompleks Candi Penataran di Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar (Malik Naharul)

Candi Penataran merupakan salah satu candi hindu dengan kompleks area terbesar di Jawa Timur. Candi ini terletak di Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar.

Kompleks percandian dengan luas 12.946 meter persegi ini Pertama kali ditemukan oleh Sir Thomas Stamford Raffles pada 1815. Penemuan Candi Penataran ini tertulis dalam bukunya 'History of Java'.

Candi Penataran atau dengan nama lain Candi Palah ini diketahui dibangun dari masa tiga kerajaan besar yaitu Kerajaan Kediri (Raha Srengga), Singosari (Kertanegara) dan Majapahit (Jayanegara, Tribuanatunggadewi dan Hayam Wuruk).

Dilansir dari buku Ensiklopedia Seni Budaya Blitar, pembangunan Candi Penataran berdasarkan prasasti yang ada di kompleks candi, dikatakan bahwa candi ini dibangun pada tahun 1116 Saka (1194 Masehi) pada masa pemerintahan Sri Kertajaya dari Kerajaan Kadiri, dan dinamakan Candi Palah. 

Dalam kitab Negarakrtagama juga memberikan informasi bahwa pada tahun 1283 Saka (1361) Masehi), Hayam Wuruk - Raja Majapahit ke IV, mengunjungi Candi Penataran untuk mengadakan ritual pemujaan terhadap Hyang Acalapati, yang dipercaya sebagai Dewa penunggu Gunung Kelud.

Konon, berdasarkan legenda rakyat setempat, dipercaya bahwa Mahapatih Gajah Mada mengucapkan Sumpah Amukti Palapa untuk menyatukan Nusantara di Candi Penataran.

Candi Penataran pernah terkubur di dalam tanah selama beberapa abad, sebelum ditemukan kembali pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Sir Stamford Raffles, pada tahun 1815.

Kompleks percandian terbesar di Jawa Timur ini memliki dua area utama. Yang pertama ada di pinggir jembatan Desa Penataran, yaitu area petirtaan yang dulunya berfungsi sebagai tempat penyucian diri bagi para raja.

Sementara area kedua terletak kurang lebih 1 Km dari area pertama, terdiri dari lima bangunan utama: pendopo teras, candi angka tahun, candi naga, candi induk, dan petirtaan dalam. Sebagian besar arca, lingga, yoni, dan prasasti yang ada di sana masih dalam keadaan terawat dan relatif utuh.

Halaman:

Editor: Malik Naharul Basyir

Sumber: Pemkab Blitar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

10 Destinasi Wisata di Blitar Paling Hits Tahun 2022

Selasa, 11 Januari 2022 | 19:04 WIB

6 Tips Mengatur Badget Saat Trevelling Akhir Tahun

Senin, 20 Desember 2021 | 18:58 WIB
X